Selama lebih dari 50 tahun JAPFA berdiri, media telah menjadi salah satu mitra dalam perjalanan JAPFA. Untuk itu, menurut Indra kegiatan AKJJ ini merupakan sebuah bentuk apresiasi kepada rekan-rekan jurnalis yang selama ini turut membantu menginformasikan dan menyajikan pemberitaan terkait kegiatan perusahaan.
Selama lebih dari 50 tahun JAPFA berdiri, media telah menjadi salah satu mitra dalam perjalanan JAPFA. Untuk itu, menurut Indra kegiatan AKJJ ini merupakan sebuah bentuk apresiasi kepada rekan-rekan jurnalis yang selama ini turut membantu menginformasikan dan menyajikan pemberitaan terkait kegiatan perusahaan.
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Sebagai bentuk penghargaan bagi para jurnalis di Indonesia, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) menggelar kegiatan Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ). Hal ini disampaikan pada acara media gathering dan peluncuran AKJJ Tahun 2022 di Hotel Atlet Century, jakarta, Selasa (14/6). Periode pengumpulan karya resmi dimulai sejak 14 Juni dan berakhir hinga 10 September, serta mengangkat tema “Penuhi Asupan Protein Hewani, Sambut Generasi Bebas Stunting”. 
Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama lebih dari 50 tahun JAPFA berdiri, media telah menjadi salah satu mitra dalam perjalanan JAPFA. Untuk itu, menurut Indra kegiatan AKJJ ini merupakan sebuah bentuk apresiasi kepada rekan-rekan jurnalis yang selama ini turut membantu menginformasikan dan menyajikan pemberitaan terkait kegiatan perusahaan.
“Demi menjaga keseimbangan perusahaan, kami tidak hanya berorientasi kepada aspek ekonomi (profit) semata, namun juga aspek sosial (people) dan lingkungan (planet). Salah satunya melalui kegiatan sosial perusahaan dalam upaya pencegahan stunting, yang tercermin melalui program JAPFA for Kids dan POSYANDU Berdaya. Selain itu, kegiatan AKJJ ini juga merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung pencegahan stunting, yaitu melalui upaya edukasi dan sosisalisasi mengenai pentingnya gizi seimbang serta peningkatan konsumsi protein hewani,” jelasnya.
Baca Juga: CPI Jatim Memberi Bantuan Pakan pada Terdampak Wabah PMK
Sementara itu, Akhmad Munir, Direktur Pemberitaan LKBN Antara, sekaligus Juri AKJJ 2022 menyampaikan bahwa peningkatan konsumsi protein hewani kini tengah menjadi perhatian di Indonesia. Bahkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum lama ini menyerukan kampanye untuk meningkatkan konsumsi protein hewani untuk pencegahan stunting. Menurutnya di posisi ini lah peranan media diperlukan agar pesan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Media sangat berperan dalam penyebaran informasi dan edukasi ke masyarakat terkait pentingnya konsumsi protein hewani ini. Sebagai ujung tombak komunikasi ke masyarakat secara luas, penting untuk rekan-rekan media mengutamakan kualitas pemberitaan dengan pemahaman dan riset secara mendalam. Untuk itu AKJJ ini dapat menjadi ajang bagi jurnalis untuk mengerahkan kemampuannya berdasarkan pada informasi dan fakta yang ada,” tegasnya.
Hal senada disampaikan oleh Beawiharta, seorang pewarta foto dan visual storyteller yang juga menjadi juri dalam kegiatan ini. Dirinya menyebutkan bahwa kekuatan visual yang tertangkap kamera danditerjemahkan menjadi sebuah gambar yang utuh, dapat digunakan sebagai medium edukasi stunting yang kuat. 
“Saya mengajak rekan-rekan fotografer jurnalis untuk ikut menyoroti gentingnya situasi stunting di Indonesia lewat karya foto. Kemudian bagaimana cara mengatasinya lewat asupan konsumsi protein hewani,” ujar Bea.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Drg. Sandra Fikawati, MPH, seorang ahli gizi dan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, menyambut baik upaya JAPFA dalam turut mensosialisasikan pentingnya mengonsumsi protein hewani sebagai upaya pencegahan stunting. Menurutnya tidak ada zat gizi lain yang dapat menggantikan peranan protein dalam membantu pertumbuhan serta proses regenerasi sel tubuh manusia. Terlebih, protein hewani mengandung lebih lengkap dan lebih banyak asam amino esensial yang dibutuhkan oleh manusia.
“Kekurangan konsumsi protein hewani dapat menyebabkan permasalahan gizi yang serius, salah satunya stunting. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa isu stunting tidak hanya menjadi tugas pemerintah semata. Peran swasta termasuk JAPFA diharapkan turut aktif mempromosikan konsumsi gizi seimbang melalui peningkatan konsumsi protein hewani,” jelas Fika yang juga betugas sebagai juri AKJJ 2022.
Terdapat tiga kategori perlombaan dalam AKJJ 2022, yaitu karya jurnalistik cetak, karya jurnalistik online serta karya jurnalistik foto. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui website resmi dan akun sosial media JAPFA.