Sejak tahun 2002, PT Sehat Cerah Indonesia (SCI) didukung oleh sumber daya manusia yang andal dan tersebar di berbagai wilayah seperti Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. SCI berkomitmen menjamin kepuasan pelanggan dari kualitas produk, distribusi barang, hingga pendampingan teknis dan aplikasi produk di lapangan.
Dalam mendukung pelayanan dan memberikan produk terbaiknya, drh. Meiti Ifianti, MM selaku Direktur PT Sehat Cerah Indonesia, mengumumkan pelayanan terbaru SCI melalui serangkaian seminar daring dengan judul ‘The Value of Diagnostic Laboratory in Poultry” yang dilaksanakan melalui Zoom, Rabu (16/6).
“Kami mengumumkan pelayanan terbaru SCI yaitu Pelayanan Laboratorium Diagnostik SCI yang berlokasi di Subang, Jawa Barat. Laboratorium ini dapat diakses oleh seluruh pelanggan SCI di Indonesia,” kata Meiti.
Tim Laboratorium Diagnostik SCI sangat berpengalaman di bidangnya karena lebih dari 10 tahun mereka bekerja di laboratorium yang tentu dapat memberikan hasil penelitian yang valid. Meiti menambahkan bahwa dalam rangkaian peluncuran Laboratorium Diagnostik SCI ini, diadakan pula webinar dengan narasumber yang ahli di bidangnya yakni Prof. Dr. drh. I Wayan Teguh Wibawan, MS selaku Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan IPB University dan drh. Sussi W. Kurniasih, M.Si selaku Laboratory Senior Manager PT Sehat Cerah Indonesia.
Pentingnya pemeriksaan di laboratorium
Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. drh. I Wayan Teguh Wibawan, MS turut memberikan informasi mengenai pentingnya pemeriksaan laboratorium untuk mengkonfirmasi diagnosa. Hal ini dilakukan bukan hanya untuk penentuan diagnosa saja, akan tetapi dalam pemeriksaan laboratorium dapat dilakukan isolasi, penentuan karakteristik, dan hal lainnya dalam mendukung manajemen kesehatan dan produktivitas unggas di Indonesia.
“Salah satu alasan yang paling sering untuk melakukan tes laboratorium adalah untuk mendukung, mengkonfirmasi, atau menyangkal diagnosis penyakit yang dicurigai berdasarkan informasi lain seperti riwayat, tanda-tanda klinis, tanda-tanda postmortem, temuan pemeriksaan fisik dan lainnya,” ungkap Wayan.
Selain itu, tujuan lain dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan virus, bakteri, ataupun infeksi agen spesifik dan kontaminasi shedding microbial atau virus tertentu. Kemudian untuk mengevaluasi dan memantau hasil dari program vaksinasi yang dilakukan pada unggas.
Wayan menambahkan jika ditemui gejala-gejala penyakit tertentu yang tidak teridentifikasi diagnosanya karena adanya perubahan- perubahan yang bersifat khas, maka penting dilakukan pemeriksaan laboratorium agar para dokter hewan dapat menentukan tindakan selanjutnya.
“Adanya laboratorium milik SCI diharapkan dapat membantu para peternak di lapangan yang tidak memiliki akses ke laboratorium. Hal ini menjadi peluang dan kesempatan lebih luas untuk lebih mudah melayani peternak,” kata Wayan.
Dalam kesempatan yang sama, drh. Sussi W. Kurniasih, M.Si selaku Laboratory Senior Manager PT Sehat Cerah Indonesia memaparkan pelayanan dan pengujian yang dapat dilakukan di laboratorium terbaru milik SCI. Berbagai macam pengujian yang berkaitan erat dengan diagnostik maupun monitoring kesehatan unggas dapat dilakukan di tempat tersebut. Gedung laboratorium terbaru tersebut memiliki kapasitas yang lebih besar dari sebelumnya. Laboratorium berlokasi di Jl. Otista No. 136 RT. 50 RW. 13, Kel. Karanganyar, Kab. Subang, Jawa Barat.
Sussi pun menambahkan bahwa saat ini Laboratorium SCI dalam proses akreditasi ISO 17025 di mana hal itu merupakan standar ISO yang digunakan oleh laboratorium yang merupakan persyaratan umum untuk kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. “Kami berharap dengan adanya akreditasi ISO 17025 nantinya
dapat memberikan pelayanan yang valid dan bertanggung jawab,” imbuhnya.
Terdapat beberapa pelayanan pengujian yang dapat dilakukan di Laboratorium SCI terbarunya yakni pengujian serologi, mikrobiologi, patologi, Uji PCR dan parasitologi. Pada metode serologi, para peternak dapat melakukan pengujian HA-HI, Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA) dan Aglutinasi Cepat. Uji serologi merupakan salah satu pengujian yang kerap menjadi pilihan bagi peternak.
Selain itu, banyak lagi pengujian yang dapat dilakukan seperti pengujian mikrobiologi yang diperlukan dalam pengujian kondisi air, pakan, litter/sekam, isolasi bakteri dan fungal, potensi desinfektan, lingkungan, dan lainnya. Kemudahan lainnya untuk melakukan Uji PCR untuk mengetahui lebih cepat mengenai penyakit AI, ND, IBD, IBV, Reovirus, Adenovirus, MG, MS, dan Marek.
“Kami menyadari pentingnya laboratorium diagnostik bagi para peternak di Indonesia. Keterbatasan jarak atau wilayah tidak menjadi halangan. Laboratorium SCI juga memberikan kemudahan dalam mengoptimalkan pelayanan bagi seluruh konsumen di Indonesia,” tutup Sussi. Adv