Oleh : Andine Santika Bentari*
Berbicara mengenai bisnis perunggasan, hingga saat ini yang komoditas ayam ras pedaging dan ayam ras petelur memang masih menjadi primadona. Tak bisa dimungkiri, kedua komoditas ini selalu eksis, mengingat minat konsumen terhadap daging ayam dan telur ayam yang tergolong tinggi. Akan tetapi, semakin banyak usaha peternakan ayam ras pedaging dan ayam ras petelur yang dapat dijumpai di seluruh wilayah Indonesia dapat menghadirkan tantangan tersendiri bagi peternak. Semakin melimpahnya ketersediaan akan daging ayam dan telur ayam h dapat memperkecil peluang pasar bahkan ketidakstabilan harga jual.

Modal awal yang kecil, harga telur puyuh yang stabil, biaya produksi yang terjangkau, dapat menjadikan puyuh sebagai peluang usaha yang potensial untuk dilakukan.

 Ditelusuri lebih luas, bisnis dalam dunia peternakan tidak terbatas pada usaha budi daya ayam ras pedaging dan ayam ras petelur saja. Masih banyak lagi komoditas unggas lainnya yang berpotensi menghasilkan peluang pasar yang tak kalah besar, seperti contohnya budi daya puyuh petelur. Peluang usaha budi daya puyuh petelur juga tergolong besar dengan harga jual pasar yang relatif lebih stabil. Hal ini lantaran masih sedikitnya jumlah peternak puyuh di Indonesia jika dibandingkan dengan peternakan unggas lainnya. Tidak hanya itu, pemeliharaan puyuh juga termasuk mudah serta tidak membutuhkan modal awal yang besar.
Harga indukan burung puyuh yang siap produksi seharga Rp5000,00-6000,00/ekor, sedangkan harga Day Old Quail (DOQ) dihargai Rp300,00-500,00/ekor. Dalam analisis usaha, idealnya memiliki 1000 ekor burung puyuh untuk mendapatkan keuntungan di luar biaya produksi. Dengan populasi 100-110 ekor puyuh dapat menghasilkan 1 Kg telur puyuh/harinya, sehingga jika dikalkulasikan dengan populasi 1000 ekor maka setiap harinya peternak dapat memanen sekitar 10 kg telur puyuh. Yang mana harga jual telur puyuh di pasaran bisa dikatakan relatif stabil, yaitu pada kisaran harga Rp30.000,00/kg.
Sedangkan harga pakan burung puyuh berada pada kisaran Rp8000,00/kg. Dengan populasi 1000 ekor burung puyuh, setiap harinya menghabiskan pakan 20-25 kg, yang berarti dalam satu hari biaya pakan burung puyuh berkisar Rp160.000-200.000,00. Biaya pakan tersebut dapat ditekan jika menggunakan formula pakan sendiri seperti dengan menambahkan dedak, bungkil kedelai, bekatul, atau bahan lainnya yang merupakan kearifan lokal dengan tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi burung puyuh terutama kadar protein. Sebagai gambaran, burung puyuh dari fase starter, grower hingga layer membutuhkan protein kasar sebesar 20-22% untuk mencukupi kebutuhan hidup dan produksinya.
Selain memperhatikan jumlah kandungan protein kasar, penambahan mineral pada pakan juga sangat dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan kalsium pada ternak, serta kandungan mineral mikro lainnya. Kalsium berperan besar pada pembentukan cangkang telur, sehingga dapat menghasilkan telur puyuh dengan cangkang telur yang tebal. Pemberian mineral per 50 kg pakan dapat dicampur dengan 1 kg mineral. Harga mineral juga cukup terjangkau yaitu kisaran Rp6000,00-7000,00/kg. Penambahan multivitamin pada air minum ternak puyuh juga penting dilakukan untuk menjaga performa ternak. Dalam 1 liter air dapat ditambahkan 1 gram multivitamin. Penambahan multivitamin dapat meningkatkan daya tahan tubuh burung puyuh terhadap penyakit, mengatasi stres hingga meningkatkan kualitas telur puyuh.
Selain itu, budi daya burung puyuh tidak membutuhkan tempat yang luas karena kandang burung puyuh yang dapat disusun ke atas. Idealnya 4 susun sehingga tidak menghabiskan banyak tempat. Model kandang puyuh yang umum digunakan serta dianggap lebih efektif adalah model kandang baterai dengan ketentuan per 1 m2 dapat diisi 40-50 ekor burung puyuh yang telah produksi, sehingga tidak membutuhkan banyak tempat. Melalui ini, penulis melihat bahwa budi daya burung puyuh sangatlah mudah dengan modal awal yang kecil, dan dapat menjadi peluang usaha peternakan potensial yang patut dicoba pada tahun 2023 ini. *Mahasiswa Jurusan Peternakan, Politeknik Pembangunan Pertanian Malang
Artikel ini merupakan rubrik Suara Mahasiswa pada majalah Poultry Indonesia edisi Maret 2023. Baca selengkapnya pada majalah Poultry Indonesia edisi Maret 2023. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: 021-62318153 atau sirkulasi@poultryindonesia.com