Tjandra Srimulianingsih, Komisaris PT Raja Jeva Nisi, bersama Arifin, Direktur PT Raja Jeva Nisi, memperlihatkan sampel produk olahan unggas yang berhasil menembus pasar ekspor Timor Leste
POULTRYINDONESIA, Jakarta – PT Raja Jeva Nisi kian memantapkan langkah ekspansinya di pasar internasional dengan merealisasikan ekspor perdana produk olahan ayam ke Timor Leste. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam memperluas jejaring pasar global, sekaligus menegaskan daya saing industri perunggasan nasional yang semakin kompetitif.
Ekspor perdana tersebut dilepas dalam acara pelepasan ekspor serentak di kantor Kementerian Pertanian RI pada Selasa (3/3). Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertaniann (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan perunggasan yang berhasil menembus pasar ekspor. Menurutnya, keberlanjutan ekspor mencerminkan ketahanan sektor perunggasan nasional yang kini telah mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri secara mandiri.
Ia menegaskan bahwa kapasitas produksi ayam nasional lebih dari cukup dan didukung sistem pengendalian mutu yang ketat. Kondisi ini memungkinkan Indonesia memperluas pasar ekspor sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia sudah kuat. Produksi ayam kita lebih dari cukup. Kita tidak perlu mendatangkan ayam dari luar. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh perusahaan perunggasan yang telah berhasil menembus pasar ekspor. Pemerintah akan mendukung, terutama terkait legalitas dan berbagai kebutuhan ekspor. Ekspor ini juga menambah devisa negara, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah dari produk yang kita produksi,” ujarnya.
Jeva Nisi, Tjandra Srimulianingsih Penyerahan dokumen ekspor dari Menteri Pertanian kepada Komisaris PT Raja Jeva Nisi, Tjandra Srimulianingsih, dalam seremoni pelepasan ekspor produk perunggasan di Kementerian Pertanian RI
Dalam kesempatan tersebut, Komisaris PT Raja Jeva Nisi, Tjandra Srimulianingsih, menjelaskan bahwa PT Raja Jeva Nisi merupakan bagian dari grup PT Taat Indah Bersinar (TIB). Dimana seluruh proses produksi di dalam grup telah terintegrasi dari hulu ke hilir, menjadi salah satu kekuatan utama dalam menghasilkan produk olahan ayam berdaya saing ekspor.
Menurutnya, suplai bahan baku untuk pabrik pengolahan berasal dari internal farm yang menerapkan good farming practice, di bawah pengawasan dokter hewan serta tenaga sarjana peternakan yang berpengalaman. Hal ini menjadi jaminan konsistensi mutu dan keamanan produk yang dihasilkan. “Dengan sistem terintegrasi ini kami optimistis, baik dari sisi kualitas maupun kontinuitas pasokan,” ujar Tjandra..
Saat ini, PT Raja Jeva Nisi memproduksi beragam produk olahan asal ayam yang telah dipasarkan di modern market, marketplace, hingga pasar internasional. Pada momentum pelepasan ekspor serentak tersebut, PT Raja Jeva Nisi melakukan ekspor perdana produk olahan ke Timor Leste dengan volume 8 ton dan nilai sekitar Rp600 juta. Ke depan, pengiriman ditargetkan berlangsung rutin setiap 2 minggu sekali.
“Harapannya kami dapat terus berkontribusi dalam mencetak devisa bagi negara. Kami juga menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah selama ini dan ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur PT Raja Jeva Nisi, Ariefin menambahkan bahwa dalam kesempatan tersebut pihaknya akan mengekspor 8 varian produk olahan seperti sosis, nugget, karaage, dan produk siap saji lainnya. Dimana sepanjang tahun 2026, PT Raja Jeva Nisi menargetkan 20 kali pengiriman ke pasar Timor Leste. Selain itu, pihaknya juga tengah menjajaki ekspansi ke tiga negara baru dalam tahun berjalan.
Truk kontainer PT Raja Jeva Nisi bermuatan produk olahan ayam diberangkatkan dari Kompleks Kementerian Pertanian RI untuk ekspor ke Timor Leste
“Sebelumnya, produk kami juga telah berhasil menembus pasar Bangladesh. Namun, akibat kenaikan tarif bea masuk yang signifikan, pengiriman ke negara tersebut untuk sementara dihentikan. Di sisi lain, kami juga telah berhasil menembus pasar ekspor Myanmar, dan rencananya Mei akan kembali mengirimkan produk olahan ke negara tersebut,” jelas Ariefin.
Langkah ekspor ini semakin mempertegas bahwa industri perunggasan nasional tidak hanya kokoh di pasar domestik, tetapi juga siap bersaing di pasar global. Dengan dukungan pemerintah dan strategi ekspansi yang terukur, PT Raja Jeva Nisi optimistis mampu memperluas kontribusi terhadap peningkatan devisa dan penguatan daya saing produk ayam Indonesia di kancah internasional.