Oleh : Prof. Dr. Giovani Franzo*
Seiring dengan bertambahnya penduduk, maka akan semakin masif pula produksi hewan untuk pemenuhan pangan manusia. Akan tetapi, tentu nantinya akan menimbulkan permasalahan terkait dengan polusi dan erosi lahan, persaingan untuk mendapatkan sumber daya yang terbatas antara nutrisi hewan dan manusia, masalah kesejahteraan hewan, keterbatasan dalam penggunaan pemacu pertumbuhan dan agen antimikroba, dan peningkatan risiko penyakit menular hewan dan zoonosis.

Dalam beberapa dekade mendatang, permintaan daging dan telur unggas diperkirakan akan meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi manusia. Meskipun hal ini jelas merupakan peluang yang luar biasa bagi, namun hal ini juga akan menimbulkan banyak tantangan.

Peningkatan produksi unggas harus dicapai terutama melalui optimalisasi dan peningkatan efisiensi. Meningkatnya kemampuan untuk menghasilkan data dalam jumlah besar (“big data”)—ditambah dengan ketersediaan alat dan kekuatan komputasi untuk menyimpan, berbagi, mengintegrasikan, dan menganalisis data dengan algoritma otomatis dan fleksibel yang menawarkan peluang. Peluang tersebut bisa jadi belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengembangkan alat guna memaksimalkan profitabilitas peternakan, mengurangi dampak sosial-lingkungan, dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan hewan dan manusia. Karya ini mengulas penerapan teknologi sensor, khususnya prinsip dan manfaat teknik statistik tingkat lanjut serta penggunaannya dalam mengembangkan model klasifikasi dan prediksi yang efektif dan andal untuk memberi manfaat pada sistem pertanian. Terakhir, kemajuan terkini dalam pengurutan dan analisis genom patogen juga dibahas, menyoroti penerapan praktis dalam pelacakan epidemiologi dan strategi pengendalian penyakit.
Oleh sebab itu, solusi yang dapat diambil adalah melakukan peningkatan efisiensi produksi. Pengumpulan, integrasi, dan analisis data dalam jumlah besar yang akurat, cepat, dan dinamis telah menjadi kunci keberhasilan banyak aktivitas produktif dan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan kita. Teknologi seperti sensor, komputasi awan, pembelajaran mesin (ML), dan kecerdasan buatan (AI) mengubah beberapa industri. Meskipun pengumpulan data sudah rutin diterapkan di bidang pertanian dan peternakan tertentu, termasuk peternakan unggas, masih ada keraguan mengenai pendekatan ini. Karena produksi unggas yang merupakan salah satu spesies produksi yang tumbuh paling cepat menggunakan strategi pengelolaan yang sangat mirip di seluruh dunia dan tingkat integrasi yang tinggi, hal ini menawarkan kondisi ideal untuk penerapan perkembangan teknologi baru. 
Selain itu, sebagian besar peternak kini memiliki akses terhadap teknologi modern seperti internet berkecepatan tinggi, telepon pintar, dan daya komputasi yang murah yang tidak tersedia satu dekade lalu. Sayangnya, banyak strategi untuk integrasi, pembagian, dan analisis big data masih berada pada tahap awal pengembangan. Sensor perangkat keras (seperti kamera atau sensor penglihatan; sensor pencitraan termal inframerah; sensor suhu; tag identifikasi frekuensi radio; akselerometer; sensor gerak; atau mikrofon) dapat menghasilkan informasi dalam skala yang sangat besar (Big Data).
Sensor dan Pembuatan Data
Menanggapi tantangan-tantangan yang disebutkan di atas, perubahan dalam strategi pemeliharaam dan penerapan teknologi smart farming yang baru sangatlah relevan. Hal ini mencakup praktik peternakan yang presisi, serta teknologi lain yang terkait dengan pengumpulan dan penggunaan data yang dihasilkan peternakan. Peternakan ternak presisi adalah pengelolaan produksi ternak yang memperoleh manfaat dari perolehan, akses, dan pemrosesan data otomatis. Dalam produksi unggas secara intensif, banyak faktor, seperti kepadatan ternak, kerusakan lingkungan, lingkungan sosial yang tidak sesuai, tekanan panas, atau kesulitan dalam mengakses sumber daya penting, dapat menjadi sumber stres utama yang menyebabkan penurunan kesejahteraan dan penurunan kinerja. Kumpulan variabel lingkungan, seperti suhu, kecepatan udara, laju ventilasi, kualitas kotoran, kelembapan, dan konsentrasi gas, memiliki manfaat yang jelas terhadap kesejahteraan, kematian, dan performa unggas, sehingga membantu produsen mencapai tingkat produksi yang diinginkan. *Departement of Animal Medicine, Production and Health (MAPS), University of Padua, Legnaro Italy (Disadur dan dialih bahasa oleh Tim Poultry Indonesia dari Jurnal berjudul : When Everything Becomes Bigger: Big Data for Big Poultry Production. Animals 2023, 13, 1804. https://doi.org/10.3390/ ani13111804)
 
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Riset pada majalah Poultry Indonesia edisi Maret 2024. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Maret 2024, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: 021-62318153 atau sirkulasi@poultryindonesia.com