Pengambilan data oleh tim Broiler X
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Industri ayam pedaging (broiler) merupakan industri perunggasan yang memiliki kemajuan yang sangat pesat dibandingkan dengan industri peternakan lainnya. Industri broiler memiliki nilai yang paling besar pula jika diamati dari segi kapitalisasi. Di sisi lain harga perunggasan cenderung tidak stabil pada momen-momen tertentu. Bibit Final Stock (FS) yang masih oversupply serta ketidakpastian harga bahan baku pakan, membuat Harga Pokok Produksi (HPP) terus naik. Namun, hal ini tidak diimbangi dengan kestabilan harga jual ayam hidupnya.
Baca juga : Dinamika Harga di Tingkat Peternak
Pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu solusi dalam era digital seperti sekarang. Saat ini, teknologi informasi masuk ke industri peternakan ayam broiler untuk membantu tata kelola perunggasan yang lebih terbuka dan kompetitif. Peternak akan mendapatkan layanan teknologi informasi sebagai enabler sistem tata kelola perunggasan berbasis digital yang mampu membantu peternak lebih bankable. Dengan adanya ekosistem digital di perunggasan akan menimbulkan kumpulan data yang jumlahnya sangat besar yang disebut Big Data.
Dengan tujuan untuk secara bersama-sama mewujudkan sistem tata-kelola perunggasan berbasis digital, Indonesia Livestock Alliance (ILA), Badan Pengembangan Peternakan Indonesia (BPPI), Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), BroilerX, dan Majalah Poultry Indonesia berkolaborasi menyelenggarakan Indonesia Livestock Club (ILC) edisi ke-23 dengan tema ”Unggas Merdeka dengan Big Data” secara virtual via Zoom, Kamis (26/8).
Acara ini dihadiri oleh Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc selaku Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Pada sambutannya, Nasrullah menyampaikan bahwa teknologi pada peternakan merupakan terobosan yang menjanjikan. ”Kami dari Ditjen PKH menyambut baik webinar hari ini, sekaligus ide dari anak-anak muda Indonesia dalam menyusun sebuah sistem yang disebut Big Data untuk unggas merdeka. Millenial yang jago IT, bisa membantu Pemerintah dalam mendata industri perunggasan. Seperti jumlah populasi, peternak, rantai dingin, pedagang, pengepul. Sehingga kita tahu petanya. Mana yang perlu intervensi, mana yang tidak,” tuturnya.
Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng., IPU., ASEAN Eng., juga turut hadir dalam acara ini dan menyampaikan bahwa peternakan merupakan sektor yang penting karena selain menyediakan lapangan pekerjaan, sektor ini juga berperan penting dalam pemenuhan gizi masyarakat. ”Dengan berkembangnya teknologi, maka harus dimanfaatkan agar peternakan unggas dapat dilaksanakan dengan lebih modern dan memberikan efektivitas pada pengelolaannya. Manfaat dari teknologi yang ada bisa sangat besar dalam peningkatan kualitas peternakan. Hidupnya peternakan dapat menghidupkan perekonomian,” ujar Panut.
Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN Eng. selaku Dekan Fakultas Peternakan UGM juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa pengadopsian dan pemanfaatan teknologi merupakan cara untuk untuk mencapai efisiensi pemeliharaan broiler. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Jati Pikukuh, A.Md, S.Kom selaku Founder & Direktur BroilerX, dan Darmawan, SP selaku CEO dari Tropic Farm.
Pada presentasinya, Jati menyampaikan bahwa kurang terlibatnya anak muda di kandang menyebabkan kurangnya inovasi teknologi. Selain itu, pencatatan para peternak belum tertata dengan rapi. BroilerX dapat membatu peternak untuk memonitor kandang dan kebutuhannya, sehingga dapat meningkatkan efektivitas peternakan. ”Kita terkadang tidak tahu kondisi ayam bagaimana, seperti suhu dan kelembaban kandang, sedangkan hal ini harus diketahui secara real-time. BroilerX menyediakan monitor untuk sistem perkandangan dalam pengelolaan ayam broiler,” jelasnya.
Baca juga : Fakultas Peternakan UGM Ciptakan Sistem Pendeteksi Suhu Kandang Ayam
Masih dalam kesempatan yang sama, penerapan Smart Broiler Farming (BroilerX) untuk menunjang manajemen pemeliharaan ayam broiler juga diamini oleh Darmawan. ”Menurut hasil survei yang kami lakukan, sebagian besar pemilik kandang tidak tinggal di kandang, sehingga yang menjaga adalah anak kandang. Tantangannya adalah saat pemilik kandang ingin mengetahui kondisi kandang secara real-time. BroilerX membantu manajemen pengelolaan kandang, seperti stok pakan, monitoring pertumbuhan ayam, lingkungan kandang, live record data kandang, perhitungan keuangan, perbandingan harga sapronak, hingga mitigasi risiko di kandang,” ungkapnya.