Mineral adalah salah satu komponen nutrisi yang penting selain karbohidrat, protein, dan lemak. Mineral dapat digolongkan menjadi dua berdasarkan jumlah kebutuhan di dalam tubuh, yaitu makro mineral dan mikro mineral. Makro mineral umumnya lebih banyak dibutuhkan tubuh dan jumlah yang diberikan juga relatif sangat besar, seperti: potassium, sodium, klorin, kalsium dan fosfor. Sedangkan mikro mineral dibutuhkan dalam jumlah relatif kecil dan diberikan dalam jumlah sangat sedikit, seperti : zink, mangan, kuprum, zat besi, selenium, dan chromium.
Mineral makro dan mikro umumnya tersedia dalam bentuk anorganik. Sumber mineral anorganik berasal dari batuan tambang yang tersedia dari batuan alam dan berikatan dengan garam sulfat atau oksida. Mineral anorganik relatif lebih murah, namun tingkat penyerepan di dalam tubuh lebih rendah, karena ada ikatan interaksi antagonis antara mineral. Sifat antagonis menyebabkan kompetisi antara mineral dan mengurangi kemampuan mineral tersebut untuk diserap oleh tubuh. Dengan adanya sifat antagonis menjadi sebuah tantangan untuk memenuhi suplementasi mikro mineral yang tingkat kebutuhan dalam pakan sangat sedikit.
Umumnya dalam formulasi pakan sering ditambahkan suplementasi mikro mineral anorganik cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan mikro mineral, namun hal ini akan berdampak pada pemborosan dan pencemaran lingkungan akibat ekskresi mineral yang terbuang lewat feses.

Salah satu opsi yang bisa kita pertimbangkan adalah dengan penambahan mikro mineral organik dengan chelate asam amino. Mineral organik memiliki keunggulan yaitu bioavailability yang tinggi karena mudah untuk diserap dalam lumen usus. Selain itu mineral organik juga tidak bersifat antagonis dengan mineral mikro lainnya, sehingga dosis yang digunakan akan lebih tepat dan efisien. Biochem menawarkan organik mineral E.C.O Trace®, yaitu organik mineral dengan glysin sebagai asam amino chelate-nya.
Produk E.C.O Trace® memiliki mineral mikro zink 25%, besi 20%, mangan 20% dan cuprum 23%. Dengan tingkat konsentrasi mineral yang lebih tinggi dibandingkan mineral organik dengan chelate proteinate atau methionin yang rata-rata kon-sentrasinya maksimum 15%. Selain itu, E.C.O Trace® memiliki bentuk powder dalam bentuk granul sehingga mengurangi terjadinya resiko menggumpal dan larut sem-purna dalam air.
E.C.O Trace® menggunakan kualitas glysin yang terbaik dan rasio ikatan antara glysin dan metal mineral juga merupakan salah satu parameter yang kami perhatikan. Rasio molar glysin dan metal mineral yang baik adalah >1 : 1. Dengan rasio ini akan memberikan bioavailability yang tinggi dan absorbsi lebih sempurna.
Hasil trial di tahun 2012 (Grafik 1 dan Grafik 2), E.C.O Trace® memberikan hasil lebih tinggi pada bioavailability dan kecernaan metal mineral terhadap produk mineral organik lainnya yang di-chelate glysin. Hal ini membuktikan bahwa proses pengikatan/chelate dengan rasio >1:1 yang tepat memberikan hasil yang lebih optimum pada bioavailability dan digestibility metal mineral tersebut.
Grafik 1. Relative retention mineral E.C.O Trace® terhadap produk mineral organik lainnya
Grafik 2. Kecernaan metal mineral E.C.O Trace® terhadap produk mineral organik lainnya
Dengan penambahan E.C.O Trace® dan kom-binasi mineral mikro anorganik yang seimbang, akan menghasilkan performa yang baik bagi ternak dan efisiensi cost pakan. Adv