POULTRY INDONESIA, Surabaya – PT Biotis Prima Agrisindo yang bermarkas di Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor selama ini memproduksi vaksin untuk hewan termasuk untuk perunggasan. Namun, semenjak pandemi Covid 19, perusahaan ini terus melakukan gerakan baru dengan membuat perusahaan baru bernama PT. Biotis Pharmaceutical, dimana dengan perusahaan baru inilah siap memproduksi vaksin merah putih,vaksin manusia untuk meningkatkan imunitas manusia terhadap virus Covid 19.
Baca juga : Mengatasi IBH dengan Vaksinasi dari Indukan
Vaksin merah putih merupakan vaksin yang dikembangkan oleh peneliti Indonesia guna memenuhi kebutuhan vaksin Covid 19 di Tanah Air. Pada prosesnya, pengembangan vaksin merah putih turut melibatkan berbagai institusi. Universitas Airlangga menjadi salah satu anggota konsorsium yang mengembangkan Vaksin Merah Putih dengan platform inactivated virus.
Pada Selasa (9/11) bertepatan dengan sidang terbuka dalam rangka Dies Natalis Universitas Airlangga ,Rektor Universitas Airlangga Prof.Dr. Mohammad Nasih, SE.,MT.,Ak.,CMA menyerahkanl bibit vaksin merah putih secara simbolis kepada Direktur PT Biotis Pharmaceutical, drh. FX Sudirman di Aula Gedung Garuda Mukti, Universitas Airlangga, Surabaya. Penyerahan bibit vaksin ini sekaligus menandai kerjasama antara keduanya, yang mana PT Biotis didapuk sebagai salah satu mitra untuk memproduksi vaksin Merah Putih.
Turut hadir dan menyaksikan penyerahan ini Menteri Kesehatan, Ir.Budi Gunadi Sadikin, CHFC., CLU, Gubernur Jawa Timur, Dra.Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si, Ketua Majelis Wali Amanat, Wakil Rektor, dan seluruh Dekan Universitas Airlangga.
Pada acara ini Budi Gunadi mengucapkan rasa bangga yang sangat tinggi kepada rekan-rekan di Universitas Airlangga yang telah mampu menghasilkan seed vaksin dalam negeri. Ia berharap bibit vaksin Merah Putih ini nantinya bisa dikembangkan dalam untuk memberikan vaksin booster dan vaksin bagi anak-anak usia 5-12 tahun.
“Sebab, saat ini baru ada satu vaksin yang bisa digunakan untuk anak usia 5-12 tahun. Padahal ada 30 juta anak-anak di Indonesia yang menjadi sasaran penerima vaksin Covid 19,” pungkasnya.










