Peternakan ayam lokal cenderung tumbuh kala pandemi
POULTRYINDONESIA, Jombang – Peternakan ayam ras sedang mengalami ujian yang cukup berat di masa pandemi covid 19 ini, harga jual telur hampir selalu dibawah harga pokok produksi (HPP),begitu pula dengan harga daging ayam, yang juga sangat fluktuatif dan cenderung jauh di bawah HPP.
Namun, di tengah kondisi ini ada pertumbuhan yang cukup menarik di lingkup ayam kampung. Menurut Anang Rahmat Sasongko, pemilik Sasongko farm yang sedang berfokus pada pembibitan ayam KUB, pihaknya sudah mendapat antrean pesanan Day Old Chick (DOC) sampai Bulan November.
Baca juga : Pandemi Covid-19, Momentum Tepat untuk Ayam Lokal Bangkit
“Masa pandemi ini, tidak menambah dampak buruk bagi peternakan kami, malah justru memberi dampak positif, hal ini terbukti dengan pesanan yang terus datang. Terhitung sampai bulan November pesanan sudah penuh, dan semua dengan DP terlebih dulu,” terang Anang saat ditemui PI di farmnya, Jum’at (20/8).
Kondisi ini tidak saja berdampak baik bagi bisnisnya. Namun, pada lingkungan farm berdiri. Sebab, ia sudah melakukan kerja sama dengan warga sekitar kandang untuk beternak ayam KUB, dimana hasil telurnya bisa disetorkan ke farmnya.
“Para peternak sekitar farm, setiap hari minggu, biasa setor telur ke farm dengan harga telur fertil sekitar Rp 2.500 – Rp 3.000 per butir,” tegasnya.
Pembeli DOC KUB berasal dari berbagai kalangan, serta dari berbagai wilayah di Indonesia, dan akhir – akhir ini sedang menjadi pilihan usaha bagi mereka yang terkena dampak Covid-19.
“Sejumlah pembeli DOC mengaku bahwa sudah di PHK oleh perusahaan, sehingga usaha ternak ayam KUB sebagai langkah untuk terus berusaha,” pungkasnya.