POULTRYINDONESIA, Jakarta – Boehringer Ingelheim Indonesia secara resmi meluncurkan produk terbarunya di Indonesia melalui seminar bertema “NeO Launch Maxmizing Poultry Performance with The Right Choice of IB Protection” yang diselenggarakan di Swisshotel PIK Avenue, Selasa (14/3). Dalam peluncuran yang dihadiri oleh para customer Boehringer Ingelheim Indonesia dan PT Romindo Primavetcom selaku distributor resmi produk Boehringer di Indonesia.
Dalam sambutannya Peter O Martinez selaku Animal Health Director PT Boehringer Ingelheim Indonesia menyambut peserta yang telah hadir secara daring maupun langsung. Dirinya turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya pada para peserta yang mengikuti acara tersebut.
“Saat ini adalah waktu yang membahagiakan karena kami akan memperkenalkan produk vaksin terbaru kami, Bioral H120 dan Gallivac IB88 untuk mengatasi penyakit Infectious Bronchitis (IB). Melalui teknologi yang kami miliki, semoga dapat menjawab kebutuhan para pelanggan Boehringer Ingelheim di lapangan, ” ucap Peter.
Poultry Health & Research Consultant dari Departemen Mikrobiologi FKH UGM, Prof. Dr. drh. Michael Haryadi Wibowo, M. P. dalam pemaparannya banyak membahas terkait virus Infectious Bronchitis (IB) yang kerap menyerang ternak broiler. Ia mengingatkan jika banyak varian dari virus IB di lapangan. Para peternak harus mengenali karakteristik terlebih dahulu agar penanganannya tepat.
“Banyak ditemukan bahwa banyak kasus ngorok yang tidak tuntas, dikarenakan dugaan awalnya ini merupakan penyakit bakterial. Pemberian pengobatan antibiotik tidak memberikan respons dengan baik dan problem tidak tuntas. Kasus pun cenderung berulang. Hal ini tentunya membuat pertumbuhan broiler terganggu, FCR dan IP lari dan deplesi meningkat. Sedangkan pada ayam broiler, terjadi drop produksi telur yang sangat signifikan dan kualitas telur pun memburuk, ” jelas Michael.
Baca Juga: Kondisi Tak Kunjung Membaik, Para Peternak Gelar Aksi di Komnas HAM
Sementara itu, Dr. Andrea Delvechhio selaku Senior Global Technical Manager, GSM memberikan persentasi mengenai The innovative solution to control IBV in Indonesia. Menurutnya penyakit IBV banyak ditemukan pada wilayah tropis dan memiliki pathogenicity factor.
“Dalam mengontrol keberadaan IB di lapangan, diharapkan dapat meningkatkan biosekuriti, memperbaiki manajemen faktor di lapangan, lakukan kontrol co-infection dan immunosuppression dan dilakukan vaksinasi, ” Jelas Andrea.
Selain peluncuran produk, PT Boehringer Ingelheim Indonesia juga memberikan pelayanan melalui peralatan vaksinasi yang disampaikan oleh Technical Service Manager Animal Health and VTS PT Boehringer Ingelheim Indonesia, drh. Hari Wahjudi.
“Selain mendukung para stakeholder dengan berbagai produk vaksinasi yang diproduksi oleh Boehringer. Kami pun memiliki VTS atau Vaccination, Technologies and Services merupakan peralatan vaksinasi yang kami miliki dalam mendukung program vaksinasi di kandang. Hal ini sebagai bentuk pelayanan dari kami dalam melindungi kesehatan dan budi daya perunggasan Indonesia” ucap Hari.