Pertemuan antara ADHPI, FAO, dan Kementan membahas mengenai Buku Manual Penyakit Unggas
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI) bersama dengan Kementerian Pertanian melakukan pertemuan di BSD, Tangerang Selatan, Selasa (27/4).
Pertemuan yang difasilitasi oleh FAO ECTAD ini dilakukan untuk pembaruan ‘Buku Manual Penyakit Unggas’ serta pembentukan jejaring komunikasi antara pemerintah dengan ADHPI.
Pembaruan ‘Buku Manual Penyakit Unggas’ ini telah diinisiasi oleh ADHPI selama beberapa bulan sejak akhir tahun 2020 melalui pertemuan, diskusi, dan paparan untuk review dan update dari isi buku tersebut.
Pemutakhiran ini dilakukan oleh dokter hewan dari berbagai latar belakang, mulai dari praktisi di lapangan, akademisi, pengamat, dan peneliti.
Pada sambutannya, drh. Fadjar Sumping Tjatur Rasa, Ph.D selaku Direktur Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian berharap dengan adanya pembaharuan ‘Buku Manual Penyakit Unggas’ dapat menjadi panduan bagi para dokter hewan maupun kemajuan dari dunia perunggasan itu sendiri.
Sementara menurut drh. Erry Setyawan selaku anggota ADHPI dalam presentasinya mengatakan bahwa dengan manual ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam diagnosa di lapangan. Pembaruan ini juga diharapkan dapat memperkaya isi buku dengan update penyakit terbaru yang terjadi di lapangan, khususnya di Indonesia.
Baca Juga: FAO dan ADHPI Gelar Wokrshop Kurikulum Kesehatan Unggas
“Jadi di lapangan ada 5 dokter hewan, tidak lagi ada 5-6 diagnosa, tapi ada satu diagnosa karena sudah memiliki panduan yang sama,” ujarnya.
Kedepannya Erry juga berharap dapat berkolaborasi dengan pemerintah maupun stakeholder untuk membuat panduan teknis terkait kesehatan unggas yang bersifat kontekstual dan implementatif untuk dokter hewan perunggasan.
Erianto Nugroho selaku perwakilan dari FAO ECTAD yang menjadi presentator pamungkas mengatakan bahwa dalam pertemuan ini dapat menjadi awalan untuk membangun kerjasama dalam memperbarui Buku Manual Penyakit Unggas.
“Ke depannya FAO ECTAD bersedia untuk selalu memfasilitasi dari kegiatan tersebut dan juga ikut andil dalam pembaharuan tersebut” ujarnya.
Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi untuk konten pemutakhiran dari ‘Buku Manual Penyakit Unggas’.