Permasalahan pertanian di Indonesia cenderung berulang dari waktu ke waktu (sumber gambar: bmel.de)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, MEc yang terkenal sebagai pengamat agribisnis, pernah berkiprah sebagai birokrat maupun akademisi, telah meluncurkan tiga seri buku Kumpulan Pemikiran Bungaran Saragih.
Melalui webinar “Bedah Buku Suara Agribisnis: Kumpulan Pemikiran Bungaran Saragih”, Bhima Yudhistira Adhinegara, M.Sc selaku peneliti INDEF mengatakan bahwa dengan membaca buku karya Bungaran seperti membaca sejarah pertanian di Indonesia pasca reformasi.
“Banyak yang kita diskusikan dalam hal pertanian ini sebagian adalah pengulangan masalah yang solusinya sudah pernah diberikan Prof. Bungaran sejak tahun 2000-an,” jelasnya pada acara webinar bedah buku yang diselenggarakan melalui Zoom, Senin (19/4).
Sementara itu Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi, MS selaku dosen FEM IPB mengamini bahwa memang kondisi pertanian yang dihadapi saat ini sudah pernah Bungaran tuangkan dalam bukunya sepuluh tahun yang lalu. Seperti food estate, agropolitan, impor beras.
Baca Juga: Kadin Indonesia Bahas Ketahanan Pangan
“Ada sekitar 16 artikel yang dituliskan oleh Bungaran pada ketiga buku itu mengenai impor beras. Maka, saya sangat setuju bahwa tiga buku ini merupakan sebuah catatan sejarah,” ujarnya ketika membahas ketiga buku yang memiliki total 700 halaman tulisan.
Masih menurut Bayu, ketiga buku tersebut juga memberikan indikasi yang jelas alasannya mengenai permasalahan yang berulang dan tampak tidak juga selesai, seperti persoalan beras, sawit, gula, serta ayam pedaging.
“Permasalahannya meliputi paradigma sistem dan usaha agribisnis belum sepenuhnya dipahami dan dilakukan. Pendekatan parsial masih sering dilakukan, serta logika bisnis yang masih sering diabaikan,” kata Bayu.
Bungaran Saragih sangat mengapresiasi komentar dari para pembicara yang menjadi peninjau bukunya. Para pembicara tersebut di antaranya juga merupakan murid dari Bungaran Saragih semasa mereka melakukan studi di Institut Pertanian Bogor.
“Suatu kebanggaan seorang guru yang memiliki mahasiswa lebih pintar daripada gurunya. Mari kita belajar bersama-sama sebab itu sangat berguna bagi negara ini. Negara yang begitu besar dan bisa lebih cepat pertumbuhannya jika kita bisa membangunnya dengan tepat dan benar,” ucap Bungaran.