Kenaikan harga pakan, membuat HPP peternak layer naik
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Harga telur yang tidak bersahabat akhir -akhir ini memperberat para peternak layer. Untuk mendapat harga jual telur sesuai harga pokok produksi (HPP) sudah berat, kecenderungannya adalah harga jual telur selalu lebih rendah dari HPP.
Menurut perhitungan Ir. Suryo Sunanta, Layer Expert and Consultant, ketika acara webinar online Business Conference Trusted Premix, yang diadakan oleh PT. Nutricell Pacific Rabu, (18/8), HPP telur setelah adanya kenaikan harga pakan akhir-akhir ini, berkisar di angka Rp. 22.000 per kilogram.
Baca juga : Input Produksi Tinggi Daya Saing Perunggasan dalam Negeri Cenderung Rendah
“Masa pandemi memang berat, harga pakan terus naik, sementara permintaan akan telur cenderung menurun. Oleh karena itu, kita berharap masa pandemi akan berakhir, dan kondisi bisnis ayam petelur akan kembali pulih,” terangnya.
Menurut Wira Wisnu Wardani.,PhD, Director of PT. Nutricell Pacific masa pandemi covid-19, pihak pelaku peternakan ayam petelur sempat mendengungkan bahwa untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh adalah dengan mengonsumsi telur, dan memang nutrisi dalam telur terdapat bahan yang bisa meningkatkan imunitas konsumen.
Wira sendiri, menyikapi kondisi yang sedang kurang bagus di pasar telur dengan pemikiran yang lebih global. Menurutnya perhitungan untung – rugi peternakan ayam petelur, tidak bisa sebatas perhitungan pada momen tertentu, ia sependapat dengan Suryo tentang kondisi saat ini. Namun, menurutnya perhitungan ayam petelur adalah secara siklus produksi.
“Perhitungan untung-rugi ayam petelur semestinya per siklus, bukan hanya tergantung momen, buktinya dikondisi yang sepertinya kurang bagus ini, ternyata ada peternak yang sedang melakukan ekspansi,” tegasnya.
Ia menilai, ada langkah yang bisa diterapkan oleh peternak, semasa pasar yang sedang kurang bagus, seperti melakukan penurunan harga pakan, yang juga berimplikasi pada penurunan kualitas pakan, dengan tujuan utama adalah menurunkan kerugian agar tidak terlalu besar.
“Lalu pertanyaannya adalah, apakah nanti bisa diperbaiki performanya ketika kondisi pasar sudah membaik, saya kira tetap bisa, meski butuh waktu,” tegasnya.