Performa ternak dapat lebih terjaga dengan menggunakan kandang sistem closed house
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Dalam pemeliharaan unggas memang tersedia banyak sekali alat untuk mengukur dan mengatur lingkungan dalam kandang. Namun, banyak peternak yang lupa bahwa suhu ideal tidak melulu ditentukan oleh alat yang terpasang dalam kandang. Seperti contoh, suhu ideal pada masa brooding (0-6 hari) adalah sekitar 30-27°C. Tetapi jika ayam di kandang masih menunjukkan ciri-ciri seperti berkumpul dan berkerumun di bawah pemanas, walaupun suhu dalam alat pengukur tertera angka 27°C, maka perlu ditambahkan lagi suhu panas untuk membuat keadaan nyaman. Jadi jangan hanya terpaku pada angka dalam alat ukur, namun juga harus memperhatikan tingkah laku dari ternak itu sendiri.
Peternak perlu memperhatikan sebuah fenomena yang dinamakan wind chill effect, di mana suhu yang dirasakan oleh ayam sebetulnya lebih rendah dari suhu yang tertera dalam alat ukur. Semakin cepat pergerakan udara, maka suhu aktual yang dirasakan oleh ternak yang ada di dalam kandang akan semakin dingin. Maka dalam mengatur hidup dan mati (intermitten) kipas dalam kandang closed house, jangan hanya terpaku pada suhu ruangan kandang, perhatikan juga kecepatan angin dari kipas, bukaan inlet, serta berapa lama kipas tersebut dinyalakan. Semakin besar usia ayam maka rasa dingin terhadap pergerakan udara akan semakin rendah.
Baca Juga : Perbedaan Perlakuan Sirkulasi Udara Kandang Ayam
Cekaman panas dapat diminimalkan jika menggunakan sistem closed house yang mampu mengatur kondisi lingkungan di dalam ruangan kandang. Para peternak dapat mengatur baik suhu, kelembapan, dan kecepatan angin kandang jika menggunakan sistem closed house. Sistem closed house akan memberikan perlindungan ayam terhadap perubahan klimatologi lingkungan di luar kandang. Ayam di dalam closed house akan memperoleh zona nyaman untuk tumbuh optimal.  Zona nyaman ayam adalah terpenuhinya pasokan oksigen, suhu dan kelembapan ideal sesuai umur ayam, kualitas litter, dan kecepatan angin dalam kandang untuk membuang sisa metabolik dan partikel debu keluar dari kandang. Berikut merupakan contoh dari bukaan kipas untuk kandang closed house.
Ayam dalam kandang dengan perilaku yang terlalu banyak aktivitas makan, bisa disebabkan karena keterlambatan pemberian pakan atau kualitas pakan yang kurang energi. Begitu pula dengan yang banyak diam atau istirahat. Kualitas litter yang jelek, ayam kedinginan, kecepatan angin terlalu besar, kecukupan oksigen kurang, atau intensitas lampu yang tidak cukup juga bisa menyebabkan penurunan produksi di musim kemarau.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi November 2019 dengan judul “Menjaga Performa di Musim Kemarau”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153