POULTRYINDONESIA, Jakarta – Perusahaan perunggasan terintegrasi PT Malindo Feedmill Tbk (Malindo), berhasil mencatatkan kinerja positif pada tahun 2024. Hal ini mengemuka dalam sesi public expose tahun buku 2024, secara daring, Kamis (22/5).
Dalam laporannya, Malindo berhasil membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp488,02 miliar pada 2024. Laba Malindo ini melesat 670,08% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan 2023 sebesar Rp63,37 miliar.
Seiring dengan laba tersebut, penjualan bersih Malindo juga telah naik 3,68% yoy pada 2024 menjadi Rp12,5 triliun, dibandingkan Rp12,05 triliun pada 2023. Penjualan Malindo ini berasal dari segmen bisnis pakan ternak sebesar Rp8,44 triliun. Kemudian, segmen bisnis peternakan day old chick (DOC) menyumbang penjualan sebesar Rp2,39 triliun, ayam pedaging Rp4,1 triliun, dan pengolahan makanan serta hasil peternakan Rp337,42 miliar.
Finance Director Malindo, Rudy Hartono Husin mengungkapkan bahwa berdasarkan keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), yang digelar pada Kamis (22/5/2025), Malindo akan memanfaatkan sebagian laba tahun buku 2024 sebagai dividen.
“Hasil RUPST memutuskan membagikan dividen Rp65 rupiah per lembar saham atau total Rp145 miliar. Rasio tebaran dividen atau dividend payout ratio ini mencapai 30% dari total laba berjalan tahun buku 2024,”
Memasuki kuartal I tahun 2025, terjadi penurunan penjualan yang ikut mendorong penurunan laba bersih Malindo dari Rp87,6 miliar di kuartal I 2025 menjadi turun sebesar Rp62,9 miliar di akhir Maret 2024 atau turun sebesar Rp24,8 miliar atau turun 28,3%. Menanggapi hal tersebut, Rudy melihat bahwa secara umum, penurunan ini tidak hanya terjadi di perunggasan namun hampir seluruh industri mengalami itu. Hal ini tidak lepas karena perekonomian Indonesia tengah mengalami penyesuaian.
“Tapi kami masih sangat optimis terhadap kinerja dan outlook di tahun ini. Dan kami mentargetkan secara optimis penjualan dan laba Malindo, semoga bisa bertahan dan comparable terhadap pencapaian tahun 2024.  Total capex di tahun 2025 direncanakan berkisar lebih dari 600 miliar,” tambahnya.
Dirinya menambahkan bahwa rencana ekspansi di tahun 2025 akan difokuskan kepada pembangunan kembali feedmill baru di Lampung yang sempat tertunda, dengan budget sekitar 350-400 miliar dan kapasitas sekitar 300 ribu metrik ton per tahun. Selain itu, Malindo juga melakukan capex untuk mendukung energi terbarukan sebagai partisipasi terhadap ESG.
“Jadi kami mulai membangun solar panel, dengan target sampai tahun 2026 ke depan kami akan menuangkan sekitar 80 miliar kesana. Kami berharap dengan ini, Malindo bisa menyumbangkan penurunan karbon dengan signifikan serta bisa saving sekitar 6000 pohon per tahun,” tambahnya
Sementara itu, Director Malindo, Rewin Hanrahan mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Malindo juga telah berhasil melakukan ekspor ke berbagai negara seperti Jepang, Singapura dan Oman. Khususnya untuk ekspor ke Jepang dan Singapura telah dilakukan secara rutin.
“Dan awal semester dua ini, rencana kita akan melakukan ekspor ke Uni Emirat Arab. Semoga respon dari negara-negara yang menerima ekspor produk kita semakin baik dan kontribusi pasar ekspor kepada Malindo semakin meningkat ke depannya,” tambahanya