Penyakit CAV juga menyebabkan perdarahan subkutan dan otot
Oleh : drh. Chusnul Khotimah*
Chicken Anemia Virus atau yang biasa disebut CAV merupakan penyakit anemia pada ayam yang disebabkan oleh infeksi virus. Kejadian penyakit Chicken Anemia Virus nampaknya menyebar di berbagai negara, mulai dari Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Swedia, Jerman, dan Jepang. Tidak hanya itu, ternyata penyakit ini juga ditemukan di beberapa negara di Australia, Afrika dan Asia termasuk Indonesia.

Penyakit anemia akibat infeksi virus yang menyerang ayam ini mempunyai dampak ekonomi negatif bagi peternak. Hal itu karena Chicken Anemia Virus dapat menimbulkan kematian yang cukup tinggi.

Penyakit yang mempunyai nama lain avian infectious anemia, chicken anemia agent, hemorrhagic syndrome, anemia dermatitis syndrome, dan blue wing disease ini dilaporkan bisa menekan sistem imunitas tubuh, dan kemudian hal ini menyebabkan munculnya infeksi lain bersamaan dengan penyakit ini, dan infeksi yang ditimbulkan bisa berasal dari infeksi virus, bakteri, serta jamur.
Penyakit viral yang satu ini memang bisa menyerang semua jenis umur ayam, tidak peduli ayam itu umur muda, ayam dara, ayam produktif, atau ayam tua sekali pun. Segala jenjang umur ayam yang kita punya, wajib kita waspadai dari infeksi penyakit yang satu ini, terlebih jika kita memiliki ayam berusia 2-3 minggu, pasalnya menyakit ini lebih sensitif pada ayam usia muda yaitu usia di bawah satu bulan.
Baca Juga : IBD Pembuka Pintu Penyakit Unggas
Seperti penyakit virus pada umumnya, penularan Chicken Anemia Virus juga bisa terjadi secara vertikal dan horizontal. Penyebaran secara horizontal ini bisa terjadi dengan mudah dalam situasi kandang yang tidak kondusif. Penyebaran bahkan bisa dengan cepat dari satu hewan ke hewan lainnya, dari satu kandang ke kandang sebelahnya, bahkan satu flok ke flok lainnya. Tentu dalam hal ini manajemen kandang sangat berpengaruh. Sanitasi kandang yang tidak maksimal akan dengan mudah menyebabkan menyakit ini berkembang, dari yang mungkin sedikit bisa menjadi banyak.
Adanya pertumbuhan yang terhambat pada ayam, menjadi salah satu gejala klinis yang muncul akibat infeksi penyakit Chicken Anemia Virus. Selain itu beberapa ciri lain juga muncul seperti anoreksia, muka, pial dan jengger pucat, di mana kepucatan ayam tersebut disebabkan atropi jaringan hematopoitik pada sumsum tulang. Selain itu ciri lain yaitu adanya perdarahan subkutan dan otot serta atropi pada organ limfoid, bulu ayam berdiri juga ditemukan saat terjadinya infeksi penyakit ini.
Jika penyakit CAV ini disertai infeksi sekunder oleh bakteri biasanya mengeluarkan eksudat serosanguinus yaitu bening dan encer sehingga menimbulkan dermatitis gangrenosa. Apabila infeksi Chicken Anemia Virus terjadi bersamaan dengan Fowl Adenovirus dapat menyebabkan Inclusion Body Hepatitis atau Sindroma Hydropericardium (Toro et al., 2000). *Penulis Merupakan Wartawan majalah Poultry Indonesia
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi November 2019 dengan judul “Cegah Chicken Anemia Virus Sebelum Terlambat”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153