Oleh : Fatimah Az Zahra Chairunissa*
Zoonosis kini sedang meningkat eksistensinya dan menjadi sorotan masyarakat dunia karena merebaknya virus Corona yang dikenal dengan nama COVID-19. Virus ini sudah banyak menyebabkan korban jiwa, bahkan menjadi darurat kesehatan dunia seperti yang diumumkan oleh World Health Organization (WHO). Jumlah korban meninggal akibat COVID-19 telah mencapai lebih dari 4.000 jiwa di seluruh dunia.
Daging unggas menjadi salah satu produk peternakan yang banyak diminati oleh masyarakat. Oleh karenanya jangan sampai ada stigma negatif terhadap daging unggas yang berakibat pada turunnya konsumsi daging unggas nasional.
Belum selesai persoalan yang ditimbulkan COVID-19, dunia kembali dihebohkan dengan munculnya kasus yang disebabkan H5N1 di Tiongkok. Virus H5N1 merupakan virus zoonosis yang menular dari unggas ke manusia. Epidemi H5N1 dimulai pada akhir 2003 di Tiongkok Selatan dengan cepat menyebar ke Vietnam, Thailand, Indonesia dan negara-negara di kawasan Asia Timur. Indonesia juga digegerkan dengan kasus H5N1 baru-baru ini, hal itu diketahui setelah uji sampel terhadap ratusan ayam kampung yang mati mendadak di Kecamatan Kalidoni, Palembang pada awal Januari 2020. Kasus H5N1 tersebut menjadi kasus pertama sejak terakhir ditemukan di Palembang pada 2015 silam.
Sejauh ini, penyebab merebaknya penyakit zoonosis di dalam peternakan unggas disebabkan karena sanitasi dan higienitas yang kurang diperhatikan. Padahal, sanitasi merupakan salah satu benteng yang bisa mencegah penyebaran penyakit yang zoonosis. Pencegahan bisa dilakukan dengan beberapa tahap antara lain menjaga kebersihan (higienitas) kandang dan peralatan, kebersihan para pekerja, meminimalkan hewan liar masuk ke area kandang, serta juga bisa dilakukan pemberian vitamin pada ternak untuk meningkatkan kekebalan.
Langkah lain yang juga efektif dilakukan untuk mencegah munculnya zoonosis yaitu pengawasan peredaran unggas. Setiap bibit unggas yang masuk ke peternak harus dipastikan asalnya dan dipastikan kesehatannya. Metode all in all out memudahkan peternak unggas dan pemerintah untuk mengawasi peredaran produk yang dijual. Bagaimana pun juga, daging unggas masih menjadi salah satu produk peternakan yang paling diminati oleh masyarakat. Oleh sebab itu, jangan sampai munculnya zoonosis menyebabkan stigma negatif terhadap daging unggas yang berakibat pada turunnya konsumsi daging unggas nasional. *Sekretaris Jenderal Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Peternakan UGM
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi April 2020 dengan judul “ Cegah Zoonosis dengan Higienis dan Sistematis” Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153
Menyukai ini:
Suka Memuat...