PT Ceva Animal Health Indonesia (Ceva) menyelenggarakan CHICK DAY 2022 dengan mengangkat tema “The Future in Now: An Incredible Journey of Poultry Industry’’ kali ini dihadiri oleh peternak dan perusahaan hatchery, broiler dan breeder dari seluruh wilayah Indonesia, kegiatan tersebut berlokasi di Atria Hotel Gading Serpong, Rabu (7/9).
Dalam sambutannya, Edy Purwoko selaku Country Manager Ceva Animal Health Indonesia, menyatakan rasa terima kasihnya atas kehadiran para pelanggan setia Ceva yang hadir pada CHICK Day 2022. Ia mengungkapkan bahwa CHICK Day merupakan kegiatan tahunan dari Ceva Animal Health Indonesia untuk bisa berkomunikasi, mengapresiasi, dan membina hubungan dengan para pelanggan Ceva.
“Ceva terus berupaya untuk terus memberikan pelayanan dengan tim terbaik dengan C.H.I.C.K (Ceva Hatchery Immunization Control Keys) program yang kami miliki, Ceva meyakini bahwa para pelanggan pun pasti sudah merasakan manfaat akan program unggulan yang dimiliki Ceva,” ungkap Edy.
Ia pun mengatakan bahwa Ceva telah melakukan vaksinasi sebanyak 500 juta dosis vaksin Vectormune® ND yang telah tersebar di ratusan hatchery yang ada di Indonesia. Edy pun mengatakan bahwa 80% dari breeder yang ada di Indonesia telah menggunakan salah satu vaksin unggulan milik Ceva, yakni Vectormune® ND. “Saat ini kami berupaya untuk meningkatkan pelayanan, tetap terdepan dan terus bersaing untuk memberikan vaksin yang bermanfaat dan maksimal bagi industri perunggasan,” ujarnya.
Marcelo Panigo selaku Asia Veterinary Service Director , Ceva Animal Health Asia membahas topik mengenai “Recent data on Global IBD challenges, epidemiology and impacts of IBD”. Pada sesi pertama, Marcelo sedikit menceritakan awal mula industri perunggasan ini dapat terbentuk pada 100 tahun lalu. Sejak saat itu, berbagai perkembangan sistem budi daya perunggasan yang berawal dari pemeliharaan di halaman belakang (backyard model) berubah menjadi industrial dengan sistem budi daya. Namun seiring berkembangnya industri ini, Marcelo mengungkapkan bahwa beberapa penyakit pada ayam mulai muncul, “Tantangan penyakit di lapangan semakin banyak bermunculan, sejak memasuki abad 20an hingga abad 21, seperti Pullorum disease, Coccidiosis, Marek’s Disease, IBD, Avian influenza, Newcastle disease dan Infectious Bronchitis. “Hingga saat ini penyakit-penyakit tersebut kerap bermunculan,” ungkap Marcelo.
Berfokus pada penyakit Gumboro yang sudah menyebar di seluruh dunia, Marcelo mengingatkan bahwa penyakit ini dapat mengakibatkan immunosuppressive dan dapat berakibat buruk pada perekonomian sektor perunggasan. “Munculnya varian IBD virus banyak ditemukan di China, Jepang, Korea Selatan, Filipina, dan Malaysia. Di Indonesia sendiri baru ditemukan very virulent IBD virus (vvIBDv), namun tentunya tetap dibutuhkan pengawasan,” terang Marcelo. Dan dari pengalaman negara lain dalam menghadapi varian IBD virus, vaksin immune complex Transmune® IBD mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap semua jenis virus IBD termasuk vvIBDV dan varian IBD virus.
Pada kesempatan ini, turut hadir Krishnan Devan selaku Product Manager Business Development BigDutchman Asia membahas mengenai “Housing of The Future: New Housing Technology System”. Ia memberikan gambaran untuk untuk tren kandang modern saat ini yang dapat digunakan oleh para peternak, ia menceritakan bahwa banyak sekali upgrade dalam sistem perkandangan yang ada, dan tentunya ini menggunakan sistem modern. “Bagi ayam modern kita perlu untuk memberikan kandang terbaik karena akan sangat berpengaruh pada kesehatan, bentuk fisik ayam, dikarenakan kita dapat memanfaatkan hampir seluruh bagian dari ayam selain itu, kotoran ayam pun dapat kita manfaatkan dengan teknologi modern yang kita miliki saat ini.” ujar devan.
Vectormune® ND, Vektor Vaksin ND Pertama di Indonesia
Pada CHICK Day 2022, Ceva berfokus pada penguatan analisa dalam mengontrol munculnya penyakit di perunggasan. drh. Fauzi Iskandar selaku Veterinary Service Manager Ceva Animal Health Indonesia memaparkan mengenai “Real World Evidence on ND Control: High ND Pressure Country”. Dalam pemaparannya ia menyebutkan bahwa Real World Evidence merupakan sebuah studi analisa data yang dilakukan secara statistik yang dapat digunakan di peternakan.
“Ceva telah melakukan Real World Evidence dengan bekerjasama dengan stakeholder Ceva di Indonesia, yakni para peternak perunggasan untuk menganalisa data terkait penyakit Newcastle Disease (ND),” ungkap Fauzi.
Fauzi mengatakan bahwa dari data yang dihimpun oleh Ceva, dalam rentan waktu tahun 2018 – 2022 penyakit ND merupakan penyakit yang paling banyak ditemukan pada peternakan broiler di Indonesia, melalui program vaksinasi di hatchery yang diperkenalkan Ceva semakin banyak data yang dapat dianalisa. “Pemberian vaksin di hatchery menunjukan bahwa vaksinasi ini banyak memberikan manfaat, salah satunya perbaikan dari performance index kemudian semakin menurunnya mortalitas dan FCR. Tentunya dengan menggunakan vaksin ND dari Ceva, yakni Vectormune® ND,” ucap Fauzi.
Vectormune®ND merupakan antivirus yang dapat mengurangi shedding virus Newcastle Disease, yang mana merupakan virus HVT yang dapat menstimulasi sistem imun lokal pada ayam (darah, konjungtiva, kelenjar harderian, balt dan GALT). Vectormune® ND dapat memberikan gertakan luas dan kuat pada sistem imun ayam dengan memberikan perlindungan yang sangat tinggi terhadap tantangan lapangan.
“Vectormune® ND telah digunakan sejak tahun 2007 di banyak negara di seluruh dunia. Virus ND masuk ke dalam serotype 1 dan mengekspresikan gen protein F didalam Vectormune® ND telah menunjukan kapasitas vaksin untuk menggertak perlindungan dari virus ND di lapangan,” ucap Fauzi.
Melalui teknologi yang dimiliki Ceva, vaksin vektor ini berhasil dikembangkan dari gabungan 2 virus donor NDV D26 dan vector HVT FC 126 yang dibantu oleh promotor untuk mengekspresikan protein F sehingga dapat dibaca oleh tubuh ayam. Fauzi mengatakan bahwa penggunaan donor dan vektor ini akan sangat berpengaruh pada onset of immunity. “Ceva sudah mematenkan masing-masing bagian sehingga tidak dapat digunakan oleh vaksin vektor lainnya,” ungkap Fauzi.
Ia pun menambahkan bahwa Vectormune® ND berbeda dengan vaksin lainnya, Vectormune® ND mampu memberikan imun respon yang lebih baik dan lebih cepat, perlindungan maksimal terhadap ND genotype yang berbeda, mampu mengurangi shedding dari ND virus dan tidak memilik efek samping.
Ceva telah didukung oleh berbagai peneliti independen ataupun universitas di seluruh dunia, hal ini terbukti dari 80 publikasi yang telah ada. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, Vectormune® ND terbukti dapat membentuk kekebalan imun lebih awal, cepat, lebih kuat dan tinggi proteksi dibandingkan dengan vaksin ND killed.
Penggunaan Vectormune® ND dapat menekan transmisi kejadian outbreak ND dan memberikan keuntungan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu, penggunaan Vectormune® ND mampu memberikan peningkatan performa, menurunkan shedding virus resiko ND pada area tersebut. “Kita mengacu pada penelitian, maka Vectormune® ND mampu untuk mencegah dan mengendalikan terjadinya ND yang ada di lapangan,” jelas Fauzi.
Real World Evidence Vectormune® ND di Indonesia
Berbagai negara memiliki high challenge terhadap penyakit ND, khususnya di Asia, Meksiko dan Rusia. Fauzi menerangkan hasil analisa profit yang sebelumnya terjadi di Malaysia. Ia mengatakan jika sebelumnya di Malaysia menggunakan vaksin ND Killed dan vaksin ND live dengan pemberian sebanyak dua kali vaksinasi yaitu pada umur 7 dan 14 hari. “Hasil dari pemberian kedua vaksin itu, memiliki hasil yang berbeda, yakni untuk mortalitasnya berbeda 38%, FCR semakin efisien, IP nya meningkat dan mendapatkan keuntungan atau pendapatan ekstra yang diperoleh adalah sekitar 108 Euro per 1000 ekor ayam atau 1,6 juta rupiah,” ungkap Fauzi.
Sedangkan di Indonesia, setelah Vectormune® ND 3 tahun lalu diperkenalkan. Hasilnya mortalitas yang menurun sebesar 6%, adanya peningkatan bobot badan, FCR efisien, dengan penggunaan Vectormune® ND di Indonesia mampu memberikan perbaikan terhadap FCR, bobot badan, dan IP. Berdasarkan data internal Ceva per 1000 ekor ayam, maka akan didapatkan keuntungan Rp.3.000,- per satu ekor ayam. Hal menarik lainnya, Fauzi ungkapkan bahwa dari hasil penelitian lainnya. Terlihat jika penggunaan Vectormune® ND di salah satu perusaan perunggasan, menunjukan penurunan titer antibodi melalui pengawasan yang dilakukan Ceva. “Ini membuktikan juga Vectormune® ND mampu untuk menekan sirkulasi virus yang ada di farm dengan didukung oleh teknologi peralatan yang semakin baik dan bagus maka tidak menutup kemungkinan dapat mengurangi resiko penyebaran virus yang masif,” tutup Fauzi.
Pada kesempatan yang sama, diputarkan video testimoni penggunaan Vectormune® ND dari perusahaan besar yaitu PT Malindo Feedmill Indonesia, PT Cibadak Indah Sari Farm dan PT Widodo Makmur Unggas yang telah mengalami manfaat secara nyata terhadap penurunan kasus Newcastle Disease di kandang internal maupun external. Ceva Animal Health Indonesia sangat berterima kasih kepada para pelanggan, perguruan tinggi dan peneliti yang telah mendukung perkembangan produk-produk yang dari Ceva. Adv