POULTRYINDONESIA, Bogor – Salah satu program unggulan dari Ceva Indonesia yakni Ceva University Broiler Indonesia secara rutin telah dilakasanakan setiap tahunnya. Program ini merupakan adaptasi dari salah satu program Ceva Asia yang diselenggarakan sejak 2017 silam. Ceva University Broiler Indonesia kembali di gelar pada 14-16 Februari 2023, bekerja sama dengan Sekolah Kesehatan Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University dalam menyelenggarakan kegiatan seminar dan praktik Necropsy & Embrio Diagnose yang diselenggarakan di Laboratorium SKHB IPB University pada Selasa (14/2) dan seminar lainnya diselenggarakan di Hotel Swiss-bellin – Bogor (15/2). Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan dokter hewan muda yang berkecimpung di industri perunggasan.
Dalam sambutannya, Country Manager PT Ceva Animal Health Indonesia, drh. Edy Purwoko, mengungkapkan rasa bahagianya karena Ceva University Broiler Indonesia  dapat dilakukan kembali secara tatap muka.
“Program Ceva University tidak hanya digelar di Indonesia saja, tetapi juga di beberapa negara lainnya dan telah menjadi agenda rutin kami. Kami mengundang para dokter hewan muda untuk merefresh ilmu yang mereka dapatkan sebelumnya dan mengingat kembali mengenai kesehatan perunggasan. Kami berharap bahwa ini bisa menjadi tampat untuk saling berbagi update penyakit, teknologi dan inovasi di lapangan serta memberikan informasi mengenai produk vaksinasi terkini dalam sektor perunggasan,” tutur Edy.
Pada kesempatan yang sama, Dekan SKHB IPB University  Prof. drh. Deni Noviana, Ph.D, DAiVCIM turut memberikan sambutan dan menyatakan terima kasihnya kepada Ceva Animal Health Indonesia yang telah memberi kepercayaan kepada pihaknya dalam pelaksanaan acara tersebut.
“Ceva Animal Health Indonesia merupakan salah satu mitra kami dalam mendukung kemajuan ilmu di bidang kedokteran hewan khususnya sektor perunggasan, hal ini telah berlangsung cukup lama dan kami terus berusaha memberikan feedback positif dan berkontribusi melalui program edukasi seperti ini,” tutur Deni.
Pada sesi pertama kegiatan Ceva University Broiler Indonesia,  menghadirkan Prof. drh. Agus Setiyono M.S., Ph.D APVet dari SKHB IPB University dengan materi yang disampaikan, yakni “Introduction to Necropsy and Embryo Diagnose”; Vetnizah Juniantito, Drh, PhD, APVet dan drh. Mawar Subangkit , MSi, Ph.D dengan materi yang di sampaikan “Necropsy and Embryo Diagnose”; Dr. drh. Andriyanto, M.Si dengan materi yang di sampaikan “Drugs Free Poultry Production”; Untung Prayitno beliau merupakan VSE Supervisor Automation Ceva Animal Health Indonesia dengan materi yang disampaikan mengenai Ideal In-ovo Vaccination: Laser Life and Egginject Kegiatan pelatihan dilanjutkan dengan workshop terkait penyakit unggas bertempat di RSHP.
Kegiatan selanjutnya berlangsung di Hotel Swiss-Bellin Bogor, para peserta mendapatkan materi mengenai berbagai penyakit pada ayam. drh Ismail Kurnia Rambe memberikan informasi mengenai Top 10 Disease in Broiler, dilanjutkan dengan pemaparan dari Prof. drh. Widya Asmara, S.U., Ph.D.  selaku Guru Besar FKH Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Suwarno, drh., M.Si. selaku Guru Besar FKH Universitas Airlangga. Lebih lanjut, Drh Fauzi Iskandar selaku Veterinary Service Manager Ceva Animal Health Indonesia memberikan materi mengenai Newcastle Diseases Protection & Real-World Evidence. Membahas lebih jauh mengenai penanganan penyakit ND dan perkembangan teknologi vaksinasi yang dapat diberikan dalam pencegahan penyakit ND di lapangan.
Sedangkan, Prof. Dr. drh. Michael Haryadi Wibowo, MP selaku Guru Besar FKH, Universitas Gadjah Mada memberikan materi pembahasan mengenai Pentingnya Penyakit IBV pada Perkembangan Ayam Broiler.  Kemudian, materi mengenai IB Variant Protection & Real-World Evidence dipaparkan oleh drh. Ignatia Tiksa Nurindra selaku Veterinary Service Coordinator, Ceva Animal Health Indonesia.
Pada sesi terakhir, materi mengenai Infectious Bursal Disease & Stop Gumboro Cycle disampaikan oleh Marcelo Paniago selaku Director Veterinary Service Ceva Animal Health Asia. Di hari ketiga (16/2), peserta Ceva University Broiler Indonesia juga akan diajak melakukan kegiatan trekking di salah satu Curug di kawasan Bogor.