Keberhasilan vaksinasi ayam terhadap tantangan IBD di lapangan dihadapkan dengan dua faktor penting. Pertama adalah residu dari Maternal Antibodi (MAb) yang sangat bervariasi akibatnya masuknya vaksin ke dalam bursa (vaccine take) seringkali tidak merata, dan kedua adalah teknik pemberian vaksinasi, jika tidak dengan perlengkapan yang baik dan vaksinator yang terlatih tentu saja akan menjadi resiko dengan sendirinya.
Ceva Animal Health sebagai leader hatchery vaccines telah membuktikan kepada pelaku industri perunggasan di Indonesia dengan menyediakan peralatan vaksinasi yang memiliki nilai akurasi dan efektivitas yang terbaik, vaksinator yang terlatih dengan mengikuti protokol yang ketat, serta audit dan monitoring yang rutin. Hal-hal tersebut masuk kedalam program khusus yang bernama Ceva Hatchery Immunisation Control Key atau C.H.I.C.K Program. Disamping itu, di lapangan Ceva memilki Global Protection Service (GPS) yang dilakukan oleh dokter hewan untuk memberikan awareness, monitoring, dan troubleshooting.
Sebagai referensi terhadap vaksinasi IBD, Cevac Transmune® dengan quality control yang ketat melalui Specific Potency Test (CID50) memberikan jaminan bahwa produk yang sudah sampai ke customer telah melalui proses hingga langkah terakhir. Cevac Transmune® dengan teknologi immune-complex memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan vaksin IBD hatchery lainnya, seperti rHVT-IBD maupun vaksin IBD live injeksi hot strain, sebagai berikut:
Onset Imunitas
Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam perlindungan untuk memutus sikulus infeksi yang kita kenal dengan “Stop Gumboro Cycle”, seperti:
1. IBD merupakan virus residen di farm: Terkait dengan invasivitas dan patogenesitas dari berbagai strain virus yang beredar di farm,
2. Tekanan virus IBD lapangan: Terkait dengan kondisi lingkungan yang mendukung penyebaran virus, seperti biosekuriti yang kurang optimal dan menejemen pemeliharaan yang buruk,
3. Variasi immunitas pasif: berdasarkan variasi level MAb yang ditransferkan dari induk ke Day Old Chick (DOC),
4. Imunitas aktif: perilisan virus yang teratenuasi dari vaksin immune complex untuk sepenuhnya mengkolonisasi bursa sehingga bursa dapat diblokir dari virus IBD lapangan.
Tantangan terhadap vvIBDV dan IBDV Varian
Dalam studi yang terkontrol, ayam broiler komersial (Ross 308) memiliki MAb yang diuji dengan Elisa Biocheck (AMT 1378 +/- 674) dan Virus Neutralization test (1629 +/- 1554) digunakan dalam studi tantang dengan very virulent IBD virus (vvIBDV) dan IBDV Varian. Ayam dibagi dalam tiga kelompok:
1. Divaksin dengan vaksin Cevac Transmune®
2. Divaksin dengan vaksin rHVT-IBD
3. Tidak divaksin (control positif)
Ayam ditantang dengan virus IBD lapangan pada umur 4 minggu dengan dosis 104.0 EID50 yang diberikan secara oral dengan vvIBDV strain Turkey (D407/2/04/TR) dan strain IBD varian dari Filipina (D1310/2/10/PH). Imunitas diukur dengan menilai load virus yang berada di bursa dengan Teknik Reverse Transcriptase – quantitative Polymerase Chain Reaction (RT-qPCR) pada 5 dan 10 hari paska tantang (dpch).
Gambar 1. Hasil PCR organ bursa pada 5 dan 10 hari paska tantang pada kelompok ayam yang divaksin dengan Cevac Transmune®, kelompok rHVT-ND-IBD dan kelompok ayam kontrol.
Hasil studi menunjukkan bahwa kelompok yang divaksin dengan Cevac Transmune® benar-benar mencegah replikasi terhadap tantangan dua virus IBD yaitu vvIBDV maupun IBD Varian. Berbeda dengan kelompok yang divaksin dengan rHVT-IBD yang perlindungannya hanya 10% pada 5dpch dan 30% pada 10dpch berdasarkan RT-qPCR (virus tantang ditemukan pada 9/10 sampel pada 5dpch dan 7/10 sampel pada 10dpch pada kelompok rHVT-IBD). Sekitar 30% ayam yang divaksin dalam kelompok rHVT-IBD menunjukkan replikasi yang kuat virus tantang di dalam bursa serupa dengan kelompok yang tidak divaksinasi. Hal ini membuktikan bahwa rHVT-IBD tidak dapat melindungi dan mengkolonisasi bursa sehingga tidak dapat mencegah shedding virus IBD, ini tentu saja akan menjadi bom waktu di farm karena jumlah virus lapangan akibat shedding tidak dapat terbendung akan semakin banyak pada siklus demi siklus pemeliharaan.
Pemeriksaan visual ukuran bursa setelah vaksinasi IBD merupakan parameter yang cepat dan mudah untuk mendeteksi replikasi virus IBD di bursa. Perbandingan ukuran bursa pada Gambar 2. menunjukkan replikasi virus IBD pada kedua kelompok broiler.
Pengurangan ukuran bursa terlihat pada kelompok Cevac Transmune® dimana strain IBD Live yang terkandung dalam vaksin bereplikasi sepenuhnya di bursa sehingga memblokir virus IBD lapangan. Di sisi lain, pengurangan ukuran bursa yang diamati pada kelompok rHVT-IBD disebabkan oleh infeksi virus IBD lapangan (7 dari 10 bursa terinfksi virus IBD lapangan).
Gambar 2. Gambaran bursa pada ayam broiler umur 3 – 6 minggu setelah vaksinasi dengan Cevac Transmune® dan rHVT-IBD.
Keamanan Vaksin
Cevac Transmune® memiliki kombinasi formula yang seimbang antara virus IBD dan spesifik hiperimun antiserum IBD. Disamping itu, uji potensi spesifik Chicken Infective Dose (CID50) yang ketat dan dinilai pada akhir proses untuk memberikan informasi akurat sebelum beredar. Hal ini tidak ditemukan pada vaksin IBD live injeksi hot strain. Berdasarkan data yang kami peroleh, vaksin IBD live injeksi hot strain ternyata tidak direkomendasikan untuk diberikan kepada ayam petelur. Di sisi lain, vaksin jenis ini tidak boleh diberikan pada ayam broiler dengan MAb kurang dari 2,500 atau lebih dari 10,000.
Vaksin IBD live injeksi hot strain yang hanya melalui uji potensi EID50, pada proses dijadikan kering beku (liofilisasi) tentu saja akan menyebabkan sebagian titer virus vaksin akan hilang sehingga jumlah kandungan virus akan berdeda bahkan mungkin berkurang jauh dibandingkan dengan informasi pada safety data sheet yang dimlikinya. Pengujian yang dilakukan pada ayam Specific Pathogenic Free (SPF) virus vaksin dapat membunuh 26% – 27% ayam. Dari 3 original strain vaksin IBD live injeksi hot strain, ada satu strain yang tidak aman sehingga dapat membunuh sebanyak 44% ayam SPF. Berdasarkan data keamanan vaksin ini, strain vaksin IBD live injeksi hot strain tidak dianjurkan untuk diaplikasikan pada ayam berumur di bawah 8 hari disinyalir terlalu tidak aman. Hal ini mungkin saja dapat memberikan efek yang buruk pada perkembangan bursa yang di dalamnya terdapat sel – sel limfosit B sehingga mengurangi respon imun kepada vaksin lainnya.

Gambar 3. Persentasi MAb pada 100 flok yang dikoleksi oleh tim Veterinary Service Specialist Ceva Indonesia

Berdasarkan data MAb Global Protection Service (GPS) Program yang dimiliki oleh Ceva Indonesia, jika kita mengacu pada MAb 2,500 – 10,000 maka sebanyak 25% dari DOC tidak direkomendasikan untuk divaksin dengan jenis vaksin IBD live injeksi hot strain (Gambar 3). Memaksakan vaksinasi pada DOC ini akan menyebabkan dampak yang nyata pada perkembangan imunitas dan performa.
Vaksin IBD live injeksi hot strain juga tidak kompatibel terhadap vaksin vektor ND. Vaksin rHVT-ND sudah sangat teruji dan ampuh dalam menangkal segala jenis tantangan virus ND baik di flok broiler, layer, maupun breeder. Selain dapat menurunkan shedding virus ND, tidak dipengaruhi oleh MAb, vaksin Vectormune® ND juga tidak memiliki efek samping. Namun sayangnya vaksin ini tidak dapat diberikan bersamaan dengan vaksin IBD live injeksi hot strain ini. Penggunaan bersamaan dengan vaksin rHVT-ND ternyata dapat menurunkan kinerja vaksin vektor sebanyak 50% (Gambar 4).
Data yang ditampilkan dibawah merupakan bukti nyata secara global yang menerangkan keamanan vaksin Cevac Transmune® jika dibandingkan dengan jenis vaksin lainnya yaitu rHVT-IBD maupun vaksin IBD live injeksi hot strain. Jika diberikan di hatchery, ternyata banyak syarat yang harus dilalui pada kedua jenis vaksin tersebut. Berbicara masalah perlindungan luas terhadap virus IBD lapangan tentu saja rHVT-IBD tidak dapat menjawabnya dan jika berbicara masalah keamanan vaksin, Vaksin IBD live injeksi hot strain tidak aman.

Gambar 4. Perbandingan efek vaksinasi dengan vaksin IBD live injeksi hot strain terhadap respon imun vaksin lainnya yang diaplikasikan bersamaan di Hatchery

Selama 15 tahun di Indonesia, Cevac Transmune® membuktikan bahwa vaksin IBD di hatchery menjadi referensi vaksin IBD yang telah memberikan safety dan efficacy dalam setiap kemasan vaksin dan telah lolos dalam uji CID50. Support dari tim Ceva melalui C.H.I.C.K Program dan GPS Program telah memberikan hasil yang nyata sehingga kami dipercaya untuk memvaksinasi lebih dari 120 miliar ayam di dunia dan lebih dari 1.6 miliar ayam di Indonesia pada tahun 2021. Adv