Hubungan erat antara dunia industri dan akademisi kembali terjalin erat dalam kegiatan One Day Poultry Talk yang dilaksana oleh PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, bersama Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB) pada 10 November 2025 di Aula Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Malang. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri perunggasan nasional, dengan semangat mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas 2045.
Acara yang dihadiri pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, dan perwakilan industri tersebut berlangsung meriah. Hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor V Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Unti Ludigdo, Dekan Fapet UB, Prof. Dr. Ir. Muhammad Halim Natsir, Direktur PSDKU UB Kediri, Prof. Dr. Ir. Soleh Hadi Purwono, Regional Head CPI Jawa Timur, Benyamin Limi beserta jajarannya serta perwakilan PT BISI International Tbk, Wisnu Hermawan dan jajarannya.
Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Industri
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Peternakan UB, Prof. Dr. Ir. Muhammad Halim Natsir, menegaskan pentingnya hubungan erat antara perguruan tinggi dan industri. Menurutnya, universitas tidak hanya berperan menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu mencetak lulusan yang siap menjawab kebutuhan dunia kerja.
“Perguruan tinggi tidak menghasilkan barang, tapi menghasilkan sumber daya manusia. Oleh karena itu, kolaborasi dengan industri, seperti dengan CPI, adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan,” tegas Prof. Halim.
Prof. Halim menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata hubungan erat antara dunia akademik dan dunia usaha. Melalui sinergi tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga soft skill, hard skill, dan etika kerja yang akan menjadi bekal penting dalam dunia profesional.
“Mahasiswa dianggap berhasil jika bisa berwirausaha, cepat memperoleh pekerjaan yang layak, atau melanjutkan studi. Karena itu, kolaborasi dengan industri menjadi faktor penting dalam menyiapkan mereka menghadapi tantangan dunia kerja,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Halim mengapresiasi kontribusi Charoen Pokphand Indonesia yang selama ini aktif mendukung dunia pendidikan. Selain hibah teaching farm ayam petelur dan pendirian Entrepreneurship Training Center (ETC), kali ini Charoen Pokphand Indonesia juga memberikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang kurang mampu serta memperluas kerja sama di bidang komoditas jagung yang menjadi komponen penting dalam industri pakan ternak.
Selain itu, Charoen Pokphand Indonesia memberikan sumbangan Ayam Hias di antaranya Ayam Begisar, Ayam Silkie, Ayam Serama, serta sepasang merpati hias. Ia menuturkan bahwa simbol kerja sama tersebut menjadi penanda awal yang baik bagi kelanjutan sinergi antara UB dan CPI.
“Kemarin sore ketika ayam-ayam itu tiba, langsung terdengar berkokok. Bahkan salah satu ayam Serama langsung bertelur. Ini pertanda berkah bagi kerja sama kita,” ujarnya disambut tawa hadirin.
Komitmen CPI dalam Mendorong Dunia Pendidikan
Perwakilan Charoen Pokphand Indonesia, Benyamin Limi, selaku Regional Head PT Charoen Pokphand Indonesia Jawa Timur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan hal baru, melainkan bentuk kesinambungan dari kemitraan yang telah terjalin sejak 2019.
“Kerja sama dengan Fakultas Peternakan UB sudah berjalan baik sejak dibangunnya kandang close house. Hasilnya pun positif, bisa menjadi tempat praktik, magang, hingga penelitian mahasiswa di Fakultas Peternakan UB,” jelas Benyamin.
Charoen Pokphand Indonesia juga menghadirkan berbagai program pembinaan mahasiswa seperti Charoen Pokphand Best Student Appreciation (CPBSA) yang memberikan kesempatan magang dan pengalaman internasional. Melalui beasiswa tahunan, Charoen Pokphand berharap dapat membantu pemerataan akses pendidikan sekaligus menumbuhkan generasi muda peternakan yang tangguh dan berintegritas.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya pintar secara akademis, tapi juga memahami proses bisnis dan manajemen modern di dunia perunggasan,” tambah Benyamin.
Salah satu fokus kerja sama tahun ini adalah pengembangan komoditas jagung melalui kemitraan dengan PT BISI International Tbk. Mahasiswa akan terlibat langsung dalam pengelolaan lahan percobaan seluas satu hektare, mulai dari budidaya hingga pascapanen.
Benyamin Limi menegaskan, program ini tidak hanya mendukung sektor pertanian, tetapi juga memperkuat ekosistem pakan unggas. “Industri unggas berbicara 40–50 persen soal jagung. Karena itu, mahasiswa perlu memahami rantai pasok dan teknologi pengolahan jagung sebagai dasar pakan ternak,” ujarnya.
Selain peluncuran beasiswa, acara juga diisi dengan penandatanganan kerja sama antara PSDKU UB Kediri dan PT BISI International Tbk, yang diwakili oleh Prof. Soleh Hadi Pramono dan Wisnu Hermawan. Kolaborasi ini meliputi program Magang MBKM dan AgriPreneur Acceleration Program, dengan fokus pada pengembangan komoditas jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak.
Dukungan Universitas untuk Industri dan Riset Terpadu
Dalam sambutannya, Prof. Unti Ludigdo menegaskan bahwa kolaborasi perguruan tinggi dan industri seperti Charoen Pokphand Indonesia dan BISI merupakan bentuk nyata dari upaya Universitas Brawijaya untuk menjadi kampus yang berdampak bagi masyarakat.
“Universitas Brawijaya ejak lama berkomitmen untuk tidak hanya menjadi menara gading, tetapi hadir langsung memberi solusi bagi industri dan masyarakat,” ujarnya.
Prof. Unti juga menyoroti pentingnya membangun “corporate laboratory” sebagai bentuk nyata sinergi riset dan inovasi antara universitas dan dunia usaha.
Menurutnya, model kolaborasi tersebut akan mempercepat lahirnya inovasi yang aplikatif dan mendukung pengembangan kawasan sains dan teknologi di Universitas Brawijaya.
Kegiatan Edukatif dan Inspiratif
Selain penandatanganan kerja sama, acara One Day Poultry Talk juga diisi dengan talkshow kemitraan industri perunggasan, bursa kerja, pameran ayam hias, pelatihan kualitas bahan pakan, serta penyuluhan peternak layer. Seluruh kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa dan peserta.
Sebagai bagian dari One Day Poultry Talk, diselenggarakan pula pameran ayam dan merpati hias yang dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor V UB, Prof. Dr. Unti Ludigdo . Dengan pemotongan pita simbolis, kegiatan ini menandai komitmen bersama untuk memperluas cakrawala dunia peternakan, tidak hanya pada aspek produksi, tetapi juga hobi dan konservasi plasma nutfah.
Pameran menampilkan beragam jenis unggas hias seperti Ayam Begisar, Silkie, Serama , serta Merpati Fancy. Dalam kesempatan itu, Charoen Pokphand Indonesia juga memberikan bantuan simbolis beberapa pasang unggas hias kepada pihak fakultas, serta menyerahkan sertifikat penghargaan kepada komunitas pecinta ayam dan merpati hias sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian dan pengembangan hewan unggas lokal.
“Kita ingin mahasiswa tahu bahwa dunia peternakan sangat luas, termasuk di bidang unggas hias dan hewan kesayangan. Semua punya potensi ekonomi dan edukasi yang besar,” ujar Prof. Unti saat membuka acara.
Melalui One Day Poultry Talk, PT Charoen Pokphand Indonesia dan Universitas Brawijaya menunjukkan bahwa kolaborasi antara industri dan akademisi bukan sekadar wacana, melainkan langkah konkret menuju pembangunan sektor peternakan yang berkelanjutan.
Dengan semangat kebersamaan, inovasi, dan pemberdayaan sumber daya manusia, keduanya siap melangkah bersama membangun perunggasan Indonesia yang tangguh dan berdaya saing di masa depan. ADV











