POULTRYINDONESIA, Bandung – Kebutuhan bahan baku jagung untuk produksi pakan ternak sangatlah besar, akan tetapi ada permasalahan yakni para petani jagung memiliki kendala selepas panen terutama untuk proses pengeringan. Hal ini mendorong PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) untuk mencari solusi agar para petani jagung mampu menjual jagung dengan kualitas yang lebih baik.

Dalam mewujudkan inovasi dan berkembangnya Mobile Corn Dryer ini, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk melakukan kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk bersama-sama mengembangkan Mobile Corn Dryer. Kerja sama ini diresmikan dengan penandatanganan nota kesepahaman di Ruang Rapim A, Gedung Rektorat ITB, Jl. Tamansari No.64, Bandung, Rabu (17/12).

Nota kesepahaman antara kedua belah pihak masing-masing diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA (Rektor Institut Teknologi Bandung) dan Jemmy Wijaya (Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia) serta disaksikan oleh T. Hadi Gunawan selaku Presiden Komisaris PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.

Dalam sambutannya, T. Hadi Gunawan mengungkapkan bahwa apa yang telah dicapai CPI Group sampai dengan saat ini tidak luput dari salah satu filosofi pendiri CPI yakni Mr. Sumet Jiaravanon yang menyampaikan harapannya bahwa keberadaan CPI Group harus bermanfaat bagi masyarakat, negara dan juga bagi kemajuan perusahaan di industri peternakan Indonesia.

“Mengutip sebuah ungkapan, jika kita ingin berjalan cepat, maka jalanlah sendiri, tetapi jika kita ingin berjalan jauh maka jalanlah bersama-sama. Kami telah memilih untuk berjalan jauh bersama teman-teman ITB dan universitas-universitas peternakan lain agar kami dimampukan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya peternakan dan pertanian di negeri tercinta ini,” ucap Hadi Gunawan.

Kerja sama antara industri dan institusi pendidikan ini disambut baik oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA. Menurutnya, penelitian yang dilakukan oleh pihak kampus tentunya akan lebih bermanfaat jika dapat dikerjasamakan dengan pelaku Industri. 

“Kami berterima kasih, suatu kehormatan bagi kami jika ilmu kami dapat bermanfaat bagi sektor industri. Tanpa kerja sama dengan industri, penelitian kampus itu tidak akan ada artinya. ITB siap bersama-sama berjalan jauh dengan PT CPI untuk memberikan yang terbaik bagi negeri ini,” tutup Kadarsyah.

Manajemen Charoen Pokphand Indonesia dan ITB selepas penandatanganan Nota kesepahaman Pengembangan Mobile Corn Dryer