Acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk dan Institut Teknologi Bandung (ITB) digelar di Ruang Rapim A, Gedung Rektorat ITB, Jl. Tamansari No. 64, Bandung, pada hari Rabu, 17 Desember 2019. Penandatanganan nota kesepahaman antara kedua belah pihak diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA selaku Rektor Institut Teknologi Bandung dan Jemmy Wijaya selaku Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia, serta disaksikan oleh T. Hadi Gunawan selaku Presiden Komisaris PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.
Dalam sambutannya, T. Hadi Gunawan memperkenalkan CPI Group yang merupakan perusahan yang memproduksi pakan ternak seperti ayam, itik, dan puyuh. CPI Group yang hadir sejak tahun 1972 telah memiliki 8 pabrik pakan ternak, 4 pabrik makanan olahan berbahan dasar daging ayam, fasilitas penyimpanan untuk jagung (silo) di setiap pabrik, dan 106 breeding farm yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
CPI Group yang memiliki sumber daya manusia (SDM) sebanyak 11.128 karyawan tetap dengan total 28.000 karyawan kontrak, maka CPI Group menjadi aset nasional bangsa Indonesia. T. Hadi Gunawan mengungkapkan bahwa apa yang telah dicapai CPI Group saat ini tidak luput dari salah satu filosofi pendiri CPI yakni Mr. Sumet Jiaravanon, bahwa keberadaan CPI Group harus bermanfaat bagi masyarakat, negara dan juga bagi kemajuan perusahaan di industri peternakan Indonesia.
Didasari oleh kebutuhan bahan baku jagung untuk produksi pakan ternak yang terus meningkat dan permasalahan para petani jagung yang memiliki kendala selepas panen, terutama pada proses pengeringan, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) mencari solusi agar para petani jagung mampu menjual jagung dengan kualitas yang lebih baik. Salah satunya adalah pengembangan Mobile Corn Dryer (MCD).
Purwarupa pertama dari Mobile Corn Dryer (MCD) hadir pada April 2018. Unit pengering jagung ini dapat bergerak atau berpindah-pindah tempat, sehingga dapat menjangkau petani-petani di daerah terpencil. Pengering jagung yang fleksibel ini juga memudahkan penjualan jagung dengan kadar air lebih rendah, serta dapat menurunkan biaya sehingga harapannya petani mendapatkan pendapatan yang lebih baik.
Unit MCD yang diproduksi oleh CPI sudah mengalami banyak sekali riset dan pengembangan. Unit terakhir dari MCD yang ada saat ini adalah seri 2.1 yang telah melewati tahap uji coba di lapangan, tepatnya di Lampung bersama dengan petani Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) pada Agustus 2018, dan para petani KTNA sangat merasakan manfaat langsung dari MCD tersebut. Pada kesempatan ini, T. Hadi Gunawan menyampaikan bahwa dengan semangat “Infinite Inspiration” atau inspirasi tanpa batas, saat ini tim CPI Group telah mencapai unit MCD versi 2.5.
Rektor ITB, Prof. Dr. Ir Kadarsah Suryadi, DEA menyambut kedatangan T. Hadi Gunawan dan Jajaran Direksi Charoen Pokphand Indonesia di Rektorat ITB, Bandung (17/12)
T. Hadi Gunawan juga berharap MCD dapat terus berkembang mengikuti zaman. Oleh karena itu, dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman dengan ITB, CPI berharap Mobile Corn Dryer (MCD) dapat berkembang dan adanya peningkatkan kinerja bersamaan dengan adanya kerja sama dengan perguruan tinggi. MCD ini didedikasikan kepada negara atau Kementerian Pertanian, dan dapat diproduksi secara massal oleh negara sehingga bermanfaat dan meningkatkan kesejahteraan petani jagung Indonesia.
“Mengutip sebuah ungkapan, jika kita ingin berjalan cepat, maka jalanlah sendiri, tetapi jika kita ingin berjalan jauh maka jalanlah bersama-sama. Kami telah memilih untuk berjalan jauh bersama teman-teman ITB dan universitas-universitas peternakan lain agar kami dimampukan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya peternakan dan pertanian di negeri tercinta ini,” ucap Hadi Gunawan.
Kerja sama antara industri dan institusi pendidikan ini disambut baik oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA. Menurutnya, penelitian yang dilakukan oleh pihak kampus tentunya akan lebih bermanfaat jika dapat dikerjakan bersama dengan pelaku Industri.
“Kami berterima kasih, suatu kehormatan bagi kami jika ilmu kami dapat bermanfaat bagi sektor industri. Tanpa kerja sama dengan industri, penelitian kampus itu tidak akan ada artinya. ITB siap bersama-sama berjalan jauh dengan PT CPI untuk memberikan yang terbaik bagi negeri ini,” tutup Kadarsyah. Adv