Indo Livestock 2022 dalam rangkaian seminar International Integrated Forum, Sustainably Integrated Animal Industry Forum, menggelar seminar dengan tajuk “Feed & Feeding System” yang bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (7/7). Seminar ini membahas mengenai kondisi, perkembangan dan riset terkait pakan perunggasan nasional.
Pada seminar ini, Nasril Surbakti, Ph.D selaku Vice President Feed Technology PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. memaparkan materi mengenai seluk beluk dan kebutuhan nutrisi pada ayam hias. Dirinya mengatakan, unggas juga dapat dijadikan sebagai companion animal, atau hewan kesayangan, bahkan saat ini unggas menduduki peringkat ketiga hewan kesayangan favorit setelah anjing dan kucing.mengenai seluk beluk dan kebutuhan nutrisi pada ayam hias.
“Untuk unggas, biasanya ada yang diambil dari suaranya seperti ayam bekisar, ayam ketawa, ayam pelung dan ayam kuluak balenggek. Selain itu ada juga yang diambil dari ketangkasannya seperti ayam bangkok. Sedangkan yang terakhir ada ayam yang diambil dari keindahannya atau yang biasa disebut dengan ornament chicken atau fancy chicken yang mana ayam ini memiliki bulu yang indah,” tutur Nasril.
Ayam hias memiliki banyak variasi jika dilihat dari warna bulunya. Mulai dari ayam hias luar negeri seperti golden pheasant yang memiliki warna kuning keemasan dan ayam Poland hingga ayam Brahma. Tak kalah indah, Indonesia juga memiliki ayam hias lokal seperti ayam hutan hijau, ayam hutan merah, ayam kate, ayam serama dan ayam cemani.
Selanjutnya Nasril menceritakan asal-usul dari ayam yang masih eksis hingga sekarang. Dirinya mengatakan, ayam hutan merah atau dengan nama latin Gallus gallus dan ayam hutan kelabu atau Gallus sonneratii merupakan nenek moyang dari ayam yang ada saat ini. Ayam hutan tersebut berasal dari kawasan Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, Myanmar dan Indonesia.
“Dari sejarahnya juga, ayam sebenarnya mengkonsumsi variasi makanan yang cukup banyak. Tidak hanya makan biji-bijian saja, ayam juga bisa mengkonsumsi pakan sumber protein hewani seperti hewan small vertebrates. Ayam zaman dahulu pun juga bisa makan daun-daunan dan buah. Sebenarnya dari kemampuan dia untuk mengkonsumsi segala jenis makanan ini hanya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pokoknya yaitu kebutuhan energi, protein, lemak, mineral, vitamin dan air,” kata Nasril.
Keindahan pada ayam hias sebagian besar ditentukan oleh bulunya. Hal ini dikarenakan tubuh ayam terdiri dari bulu sebesar 75% dari total bagian tubuh ayam. Dari persentase tersebut, terdapat 20-30 titik tubuh ayam yang ditumbuhi bulu dan sebanyak 6.000-9.000 bulu.
“Apabila ingin memperhatikan kualitas bulu maka yang harus diperhatikan adalah kandungan protein. Hal itu dikarenakan protein merupakan penyusun terbesar dari suatu bulu yaitu mencapai 90%. Jadi protein yang di dalam bulu berupa beta karotin tersusun atas asam amino yang memiliki banyak variasi seperti arginin, asam aspartat, glutamin, treonin, serin, lisin, metionin, sistin dan seterusnya,” papar Nasril.
Selain protein, terdapat beberapa faktor penting yang memengaruhi keindahan bulu pada ayam hias yakni feed intake. Hal ini menjadi penting karena sebagus apapun kandungan nutrisi suatu pakan ketika tidak dapat masuk ke pencernaan ayam menjadi sia-sia. Kemudian vitamin, trace mineral dan bahan anti nutrisi juga dapat memengaruhi bentuk fisik suatu bulu ayam hias.
Dengan pertimbangan kandungan nutrisi untuk memperoleh keindahan bulu yang optimal, dalam kesempatan ini Nasril memperkenalkan pakan khusus ayam hias, Charoen Pokphand 599 Aurora Feed. Produk ini dibuat khusus untuk para pecinta ayam hias dari bahan pakan yang terbaik dan sentuhan teknologi yang canggih untuk processing sehingga menghasilkan 599 Aurora Feed, pakan ayam hias berkualitas tinggi.
“599 Aurora Feed merupakan pakan ayam hias pertama untuk kualitas yang premium. Produk ini kita produksi dengan formulasi yang terbaik dan dipakai untuk masa pertumbuhan ayam. Bentuk dari produk ini berupa crumble dan berwarna merah. Untuk manual usage-nya, 599 Aurora Feed ini diberikan kepada ayam hias yang berumur 4 minggu keatas dengan pemberian ad libitum serta jangan dicampurkan dengan air,” ucap Nasril.
Hadir sebagai pendongkrak keindahan ayam hias, tentu 599 Aurora Feed dibuat dari bahan pakan yang terbaik melalui uji tes laboratorium dan dapat meminimalisir adanya komponen anti nutrisi. Selain itu, proses produksinya menggunakan nutrisi yang homogen dan higienis. Untuk formulasinya, Charoen Pokpand konsisten tetap berdasarkan scientific research, sehingga kualitas nutrisinya terjamin.
“Charoen Pokphand terus melakukan riset pada pakan ayam hias ini untuk menjaga kualitasnya. 599 Aurora Feed juga mengandung probiotik dan produk herbal melalui riset Charoen Pokphand, sehingga ayam hias tetap dalam kondisi yang sehat. Hal ini menjadi penting karena tampilan bulu ayam akan terlihat indah ketika ayam dalam kondisi sehat. Dengan begitu, 599 Aurora Feed dapat memberikan warna bulu yang lebih terang, kuat, fleksibel dan indah,” pungkas Nasril. Adv