POULTRYINDONESIA, Jakarta – Menghadapi tantangan industri dan SDM kedepannya, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman mengadakan seminar internasional dengan tema “Teh Role of Academic in the Development of Agricultural Industry”. Mengundang sebanyak 5 pembicara dan dihadiri setidaknya 200 peserta, seminar ini digelar secara daring atau online melalui aplikasi Zoom Meeting, Minggu (14/5).
Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., selaku Rektor Universitas Jenderal Soedirman, memaparkan materinya mengenai program pendidikan apa saja yang dapat diambil oleh calon mahasiswa Unsoed. Lebih dalam lagi, Akhmad menggambarkan apa saja yang bisa didapatkan selama berkuliah di Fakultas Peternakan Unsoed. Ia menekankan bahwa selain memiliki kemampuan berwira usaha dengan pilar ilmu pengetahuan, keahlian, dan laku yang baik, seluruh mahasiwa yang nantinya lulus juga diharapkan tak hanya bisa mendapat pekerjaan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan.
Turut hadir, Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr, selaku Direktur Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, menyampaikan bahwa masa depan dapat tergambarkan dari bagaimana generasi yang saat ini ada. Menurutnya, dengan perkembangan zaman yang sangat pesat, proses belajar sudah seharusnya berubah.
“Tak hanya cukup memberikan pengetahuan kepada dosennya, tapi jauh lebih penting kita tahu bagaimana cara belajar, cara bagaimana mendapat pengetahuan, dan bagaimana cara menggunakan pengetahuan tadi untuk menghadapi masa depan yang begitu cepat berubah,” terangnya.
Baca Juga: Menjawab Tantangan Koksidiosis yang Tak Pernah Habis
Pembicara dari sisi industri, yakni Septiyan Noer Erya, M.Pt., selaku Senior Technical & Sale Excecutive PT Biochem Zusatzstoffe Indonesia, menyampaikan bahwa sangatlah penting untuk memproduksi produk yang sehat untuk hewan, dapat mengatur kesehatan pencernaan, dengan jaminan performa yang dapat meningkatkan ketahanan imun, mengurangi kos pakan, dan mengurangi penggunaan antibiotik.
Prof. Dr. Ir. Triana Setyawardani, S.Pt., M.P., IPU, selaku Dekan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, memberikan pandangannya terkait sistem akademik yang digunakan. Dirinya mengatakan bahwa Fapet Unsoed sangat mendukung dalam mencetak generasi berkompeten di bidang agrikultur dengan melakukan perbaharuan setiap 4 tahun sekali untuk menyesuaikan kebutuhan di bidang teknologi dan riset, serta apa yang dibutuhkan oleh mahasiswa agar bisa bersaing dalam dunia kerja.
Menambah perspektif lainnya, Cesar Castaneda, selaku dokter hewan asal Australia dan konsultan peternakan juga turut memberikan pandangannya mengenai keahlian apa saja yang harus dipelajari di dunia kerja, termasuk kemampuan negosiasi. Setali tiga uang dengan pembicara berikutnya, Rijal Fauzi, selaku Strategic Sourcing and Project Management PT global Dairi Alami, juga menyampaikan materinya mengenai perencanaan karir dan eksekusi yang baik setelah lulus nanti serta pentingnya untuk menjadi kandidat yang luar bisa di tengah perubahan yang pesat.