Jajaran direksi PT CJPIA dengan Kadisnak Kab Sukabumi saat acara seremonial ekspor di unit hatchery Sukabumi
POULTRYINDONESIA, Sukabumi – Kendati berada di tengah pandemi Covid-19 yang masih menjadi isu global, PT CJ-PIA kembali mengekspor sebesar 58.500 butir Hatching Egg ke Myanmar. Telur yang diekspor ke Myanmar tersebut merupakan telur dengan kualitas terbaik yang dihasilkan dari indukan umur 29-30 minggu dengan umur collecting dari hatching egg umur 3-9 hari. Acara tersebut terselenggara di unit hatchery CJ-PIA Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jumat, (19/11).
Baca juga : Januputra Sukses Ekspor Telur Tetas Di Tengah Pandemi
Menurut General Manager Hatchery CJ-PIA Sukabumi Fandi Sabara, kegiatan ekspor yang ke-2 kali ini merupakan dukungan dari perusahaan untuk mendukung program pemerintah yaitu Gratieks (Gerakan Tiga Kali Ekspor) dari Kementerian Pertanian.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah yang sudah membantu pihak perusahaan untuk melakukan kegiatan ekspor. Dengan berhasilnya CJ-PIA mengekspor HE Parent Stock ke Myanmar sekaligus membuktikan bahwa produk dari Indonesia itu memang sudah bisa bersaing di pasar regional Asean,” ucap Agus.
Keberhasilan ekspor yang dilakukan oleh Perusahaan tidak terlepas dari kontrol manajemen yang ketat untuk menghasilkan produk yang berkualitas.
“Pencapaian ini tentu didukung oleh manajemen yang ketat untuk bisa memenuhi kriteria yang dipersyaratkan oleh negara tujuan ekspor,” paparnya.
Menurut Kadis Peternakan Kabupaten Sukabumi Hj. Dedah Herlina, pihak Disnak Kabupaten sangat mengapresiasi kinerja dari Perusahaan yang tetap bisa melakukan ekspor ke Myanmar walaupun masih berada di tengah pandemi Covid-19.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja PT CJ – PIA yang sudah mampu melaksanakan ekspor yang kedua kalinya. Tentunya prestasi ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi perusahaan,” ucap Dedah.
Lebih lanjut menurut Dedah, di samping tekanan akibat pandemi global Covid-19 yang sangat memengaruhi pendapatan masyarakat, Ia juga menyampaikan bahwa untuk di daerah Sukabumi pada khususnya memang terjadi penurunan konsumsi komoditas peternakan.
“Bagaimana untuk menyeimbangkan antara permintaan dan penawaran terhadap komoditas asal unggas, maka kami mengadakan cutting sesuai dengan arahan dari Pemerintah Pusat. Selain itu, kami juga sangat berharap kepada perusahaan dan semua yang ada disini untuk bisa ikut mempromosikan komoditas asal unggas karena berperan dalam meningkatkan kecerdasan dan mengentaskan stunting,” jelas Dedah.