POULTRYINDONESIA, PadangClosed-loop merupakan suatu pendekatan pola peternakan terpadu dari hulu ke hilir untuk mendorong perkembangan agribisnis berkelanjutan, meningkatkan skala ekonomi dan pendapatan petani, serta mampu meningkatkan produktivitas ternak. Percontohan program ini diperkenalkan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam acara Penas Tani 2023 di Padang, Sabtu (10/6). Dalam gelaran ini, ditunjukkan secara langsung contoh closed Loop kambing/domba dan Itik kepada pengunjung.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), berharap program closed-loop ini bisa diterapkan di berbagai daerah dengan menggandeng perbankan dan swasta untuk pengembangannya. Menurutnya, peternak tidak perlu khawatir jika ingin mengembangkan ternaknya.  Kementan saat ini telah menggandeng perbankan untuk memfasilitasi peternakan rakyat yang melakukan usaha pembibitan dan budidaya.
“Para peternak dapat ikut memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai upaya untuk penguatan akses pembiayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam rangka meningkatkan kualitas bibit, akselerasi peningkatan populasi untuk meningkatkan produktivitas, yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi daging nasional. Silakan gunakan KUR untuk mengembangkan usaha,” kata SYL.
Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah, mengatakan bahwa pola closed-loop merupakan salah satu langkah dalam adaptasi dan mitigasi risiko terhadap perubahan iklim dan antisipasi krisis pangan global.
“Ciri dari closed-loop yang pertama adalah penerapan pengembangan peternakan dari Hulu hingga Hilir, kemudian ciri kedua adalah berskala usaha dan yang ketiga adalah harus efisien. Saat ini kita telah ekspor produk olahan unggas ke beberapa negara, dan kita juga telah bisa menembus ekspor daging ayam karkas, serta telur ayam konsumsi ke Singapura dan saat ini sedang proses audit untuk ekspor ke Uni Emirat Arab”, kata Nasrullah menjelaskan. Hal ini tentunya perlu dicontoh oleh Peternak lainnya agar lebih sukses lagi”, imbuhnya.
Baca Juga: Kontes Ayam Kukuak Balenggek di Padang Berhasil Pecahkan Rekor Dunia
Hal senada disampaikan oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Agung Suganda. Menurutnya ajang PENAS ini sangat bermanfaat untuk para petani dan peternak karena ada berbagai informasi yang dapat diakses oleh pengunjung dengan lebih mudah.
“Para pengunjung juga dapat melihat berbagai teknologi peternakan terbaru termasuk teknologi kandang ramah lingkungan, teknologi dan varian olahan pakan ternak, teknologi kesehatan hewan, teknologi pengolahan kotoran hewan, dan lain-lain. Di lokasi closed-loop kami juga menyelenggarakan berbagai demo seperti demo inseminasi buatan, demo pembuatan pakan, demo pembuatan pupuk organic dan lain lain. Peternak juga dapat berkonsultasi serta mengikuti bimtek singkat dengan trainer terlatih,” jelas Agung.
Agung juga mengatakan, bahan-bahan dan teknologi yang digunakan dalam percontohan closed-loop ini adalah bahan-bahan yang mudah didapat di masyarakat, dengan harga yang relatif terjangkau tetapi dengan kualitas yang cukup bagus.
“Kami berharap melalui percontohan pengembangan agribisnis closed-loop kambing/domba dan itik ini dapat memberikan inspirasi dan menjadi ajang temu usaha bagi para insan peternakan seluruh Indonesia untuk melakukan konsolidasi, jejaring kerja sama, serta tukar menukar informasi dalam pembangunan peternakan,” pungkasnya.