POULTRYINDONESIA, Jakarta – Kelembapan yang tinggi pada malam hari atau saat musim hujan menjadi sebuah tantangan tersendiri dalam proses budi daya, tak terkecuali dalam kandang closed house. Pasalnya kadar kelembapan yang tinggi atau di atas 80% akan berakibat pada penurunan produksi. Hal ini diungkapkan oleh Sofin Faiz selaku General Manager Technical Grandparent Stock PT Janu Putra Abadi (PT JPA) dalam seminar daring yang mengangkat tema “Hal Penting Sebelum Upgrade Kandang Open House ke Closed House“, Selasa (21/2).
Dirinya melihat persoalan kelembapan ini dapat disiasati dengan penerapan combi tunnel. Yang mana menurutnya combi tunnel merupakan sistem ventilasi gabungan dari tunnel system seperti yang sudah umum di Indonesia dengan ventilasi side inlet system. Sederhananya, apabila tunnel system berfokus pada kecepatan angina yang membuat wind chill effect untuk ayam, sedangkan side mode inlet ini berfungsi untuk sirkulasi udara.
“Nah, kedua sistem tersebut disatukan aplikasinya dan disebut combi tunnel. Ketika ayam pada siang hari, dan ayam membutuhkan  suhu yang relatif dingin, tunnel system yang akan bekerja. Sebaliknya, ketika suhu di luar jauh lebih dingin dari suhu di dalam kandang saat itulah side mode bekerja, kondisi ini biasanya terjadi saat malam hari menuju pagi. Gambaran ventilasi side mode ini seperti saat masa brooding ya tidak butuh kipas yang banyak, hanya untuk sirkulasi udara saja,” pungkasnya.