POULTRYINDONESIA, Jakarta – Wabah penyakit Covid-19 semakin tidak menentu. Mutasi virus semakin tidak bisa diprediksi dan dampaknya juga semakin tak terhitung. Pada umumnya, dimana pun masyarakat berada, akan selalu ada sesuatu yang terjadi dimana setiap orang harus bekerja keras untuk mengatasinya, salah satunya adalah outbreak suatu penyakit. Setidaknya, inilah yang disampaikan oleh Prof. drh. R. Wasito, M.Sc., Ph.D. pada webinar Merdeka Covid-19 yang diselenggarakan oleh Departemen Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, universitas Gadjah Mada, Selasa (30/11) lewat aplikasi Zoom.
Menurut Wasito, penyakit yang disebabkan oleh Coronavirus erat kaitannya dengan jumlah virus yang masuk, keganasan virus, serta resistensi hospes itu sendiri. “Faktor penyebab penyakit ini tak terlepas dari faktor lingkungan dan stres. Ayam merupakan salah satu hewan yang mudah stres. Selain itu, kemampuan Coronavirus untuk penetrasi ke pertahanan hospes dan ketahanan virus juga menjadi faktor. Virus ini menempel pada sel karena ada spike protein,” ujarnya.
Wasito menjelaskan bahwa penyakit yang disebabkan oleh Coronavirus merupakan grup penyakit yang dapat terjadi pada hewan, seperti ikan, ayam, kambing, domba, sapi, dan babi. Banyaknya kejadian penyakit akibat Coronavirus pada hewan ternak ini cukup membuat geger masyarakat. Berita yang simpang siur mengenai penularannya cukup menumbuhkan ketakutan di masyarakat. Namun, Wasito mengatakan bahwa Coronavirus pada ternak tidak menular ke manusia.
“Pada ayam, kejadian Coronavirus ini disebut dengan Infectious Bronchitis. Pada ayam akan menyebabkan gelembung pembengkakan pada oviduct yang disebut dengan hydrosalphinx, sehingga terlihat seperti penguin atau penguin-like gait. Penyakit ini tidak menular dari ayam ke manusia, berbeda dengan Flu Burung,” jelasnya.
Lebih lanjut lagi, Wasito menjelaskan bahwa kesamaan antara Infectious Bronchitis (IB) dan Flu Burung (Avian Influenza) adalah keduanya merupakan virus RNA dan mengalami mutasi. Namun, kembali Wasito ingatkan bahwa penyakit ini tidak menular dari ayam ke manusia, sehingga dapat dipastikan bahwa untuk konsumsi daging ayam oleh manusia masih sangat aman.