Kunjungan Kerja Spesifik ke Pabrik CP Food oleh Tim Komisi VII DPR RI
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Pengembangan kawasan industri modern halal valley menjadi perhatian khusus pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. Kawasan Modern Cikande Industrial Estate (MCIE) menjadi kawasan industri halal pertama di Indonesia. Dimana terdapat berbagai sektor industri yang mengembangkan produk-produk bersertifikasi halal di Indonesia.
Baca juga : Peternak Layer Jatim Kunjungi Kantor PT CPI
Salah satunya, PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk (Food Division) atau CP Food, mengembangkan bisnis di bidang industri pengolahan makanan berbahan baku ayam dengan lokasi pabrik di Kawasan Industri Modern Cikande, Jalan Modern Industri IV kav 6-8, Desa Nambo Ilir, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten.
Dalam penguatan Industri Halal di Indonesia, Tim Komisi VII DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Pabrik CP Food untuk mengetahui lebih jauh mengenai pengelolaan, pengimplementasian,dan kesiapan industri halal di Indonesia, Kamis (25/11).
Komisaris Independen PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. Suparman Sastrodimedjo menyambut secara resmi kunjungan kerja Komisi VII DPR RI.
“Kami berterima kasih atas kehadiran bapak dan ibu Tim Komisi VII DPR RI untuk hadir di tempat kami. Kawasan Industri CP Food di CIkande ini terdapat beberala unit usaha Charoen Pokphan Indonesia, diantaranya Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), pengelolaan cold storage untuk ayam beku, serta pengelolaan daging ayam untuk dijadikan berbagai produk dari CP Food yang sudah tersertifikasi halal MUI,” terang Suparman.
Dony Maryadi Oekon, ST selaku Ketua Tim Komisi VII DPR RI menyebutkan bahwa langkah pemerintah yang menetapkan kawasan industri modern halal valley pada tahun 2020, guna mendukung permintaan produk halal yang tinggi.
“Saat ini permintaan produk halal tidak hanya datang dari negara yang berpenduduk muslim saja, namun negara non muslim lainnya turut meningkatkan permintaan produk halal. Produk halal telah menjadi ikon sekaligus sikap untuk perkembangan produk halal dalam negeri. Khususnya pengembangan halal food,” ungkap Dony.
Adanya Kawasan industri modern halal valley diharapkan semakin berkembang, dikarenakan dinamika permintaan produk halal yang tinggi. Namun, perlu menjadi perhatian bersama, saat ini Indonesia masih menjadi pasar, bukan sebagai pemain dalam industri halal. Dony mengatakan bahwa dalam upaya pengembangan industri halal di Indonesia perlu dilakukan peningkatan kinerja ekspor produk halal yang terintegrasi dan berkesinambungan. Ditunjang oleh ketersediaan sarana dan prasarana halal yang dari proses hulu hingga hilir.
Hal ini pun diamini oleh Rahadi Sri Rahmanto selaku Direktur Kewilayahan Industri Ditjen KPAII Kementerian Perindustrian yang turut hadir dalam kunjungan kerja Komisi VII DPR RI. Ia menyatakan bahwa nilai konsumsi produk halal yang semakin bertumbuh, dan berpotensi untuk dilakukan peningkatan kinerja, agar Indonesia tidak hanya sebagai pasar tertinggi untuk produk halal namun dapat menjadi produsen global penyedia kebutuhan produk halal dunia.
“Dukungan berbagai pihak dalam penyediaan produk makanan halal dan produk lainnya, diharapkan dapat mewujudkan Indonesia sebagai top produsen sekala dunia sebagai pusat ekonomi syariah dapat dicapai bersama,” terang Rahadi.
Dalam mendukung pemerintah, CP Food berupaya untuk menghasilkan produk-produk halal dengan berpedoman pada Good Manufacturing Practice. Kuswandi selaku General Manager CP Food Cikande menambahkan bahwa pengolahan produk CP Food Indonesia telah terstandar internasional melalui pengawasan quality control (QC) yang ketat, penerapan sistem HACCP (Hazard Analytical Critical Control Point), dan FSSC 22000, Menggunakan daging ayam pilihan dan bahan lainnya yang halal dan penerapan teknologi modern.
“Kami berkomitmen untuk penghasilkan produk-produk berkualitas yang telah tersertifikasi HACCP, Halal dari MUI, telah terdaftar di BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) dengan Nomor NKV, RPHU (Rumah Potong Hewan Unggas), dan UPD (Usaha Pengolahan Daging),” terang Kuswandi.
Selain itu, upaya meningkatkan ekspor produk pangan terus dilakukan CP Food, diantaranya dengan melakukan ekspor ke berbagai negara diantaranya Jepang, Kawasan Timur Tengah (Qatar), Timor Leste dan Papua Nugini.