Kandang hibah dari CPI untuk Undip
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Kandang closed house menjadi solusi tepat dalam meningkatkan daya saing dan efisiensi dalam berbudi daya broiler. Dalam melihat pentingnya akan hal tersebut, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) dan Forum Temu Kandang Nasional (FTKN) berinisiatif untuk menyelenggarakan Virtual Workshop #Series1 bertemakan “Broiler Production with Closed House Management” melalui aplikasi Zoom, Kamis (10/9).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Dr. (HC) Thomas Effendy, SE.,MBA mengatakan bahwa industri perunggasan ini akan maju jika budi daya broiler menggunakan kandang closed house, karena dengan tipe kandang tersebut maka efisiensi usaha bisa tercapai. Oleh karenanya, diadakannya virtual workshop ini untuk memberikan pengetahuan kepada adik-adik mahasiswa mengenai manajemen closed house yang baik.
“Saya mendapatkan laporan dari panitia bahwa peserta terdaftar ada 1.238 orang yang berasal dari 75 perguruan tinggi dalam negeri dan yang lebih spesial lagi ada juga peserta dari University of California Barkeley Amerika Serikat yang juga turut hadir. Ini merupakan series yang pertama, nanti akan sampai tiga series, ini luar biasa,” jelasnya.
Masih menurut Thomas, untuk membangun industri perunggasan, maka sumber daya manusianya harus betul-betul menguasai manajemen closed house. Oleh sebab itu, CPI sejauh ini telah menghibahkan kandang closed house ke sepuluh perguruan tinggi peternakan di Indonesia dengan tujuan agar mahasiswa menjadi terampil sehingga ketika lulus akan menjadi lulusan yang sudah siap kerja/pakai.
Sementara itu, Prof. Suyadi selaku Sekretaris Jenderal Forum Pimpinan Pendidikan Tinggi Peternakan Indonesia dalam sambutannya mengatakan bahwa diadakannya virtual workshop mengenai manajemen closed house tentu merupakan hal yang sangat baik untuk menambah wawasan para peserta khususnya mahasiswa. Saat berbicara mengenai hibah closed house CPI, Suyadi yang juga merupakan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya merasa terbantu dengan adanya hibah kandang tersebut yang akan digunakan untuk Entrepreneur Training Center.
Narasumber pertama yang berbicara pada virtual workshop tersebut yakni Prof. Ismoyowati. Ismoyowati yang membawakan materi seputar mekansime kemitraan budi daya broiler mengatakan bahwa bentuk kerja sama kemitraan yang ada di industri perunggasan sejauh ini merupakan pola inti-plasma, yaitu pihak perusahaan atau inti sebagai penyedia sarana produksi di bidang peternakan ayam pedaging/broiler dan peternak disebut sebagai plasma.
Dalam mewujudkan kerja sama tersebut, prinsip yang dianut adalah saling memerlukan, mempercayai, memperkuat, dan menguntungkan kedua belah pihak secara sadar, bebas, dan tanpa tekanan dari pihak manapun.
Baca Juga: Temu Kandang Nasional 2019 Digelar Charoen Pokphand Indonesia
“Survei yang dilakukan untuk wilayah Banyumas dan sekitarnya, menghasilkan data bahwa banyak peternak kemitraan yang saat ini sudah menggunakan kandang closed house. Ternyata Peternak kita sudah cepat beradaptasi dengan industrialisasi yang ditunjukkan dengan perubahan sistem perkandangan,” ujar Dekan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman ini.
Masih dalam acara yang sama, Dr. Ir. Riyanti, MP yang merupakan akademisi dari Universitas Lampung, menambahkan bahwa kandang closed house mampu menghasilkan performa yang sangat baik. Hal tersebut dibuktikan dengan data yang ia miliki bahwa broiler yang dipelihara menggunakan kandang closed house memiliki kecepatan pertumbuhan bobot badan lebih cepat dibandingkan dengan kandang tipe open house.
“Bobot 1,88 kg dicapai pada usia 33 hari ketika menggunakan kandang open house, tetapi bisa tercapai hanya dengan 31 hari saja menggunakan kandang closed house. Selain itu closed house memiliki mortalitas yang rendah, biosekuriti mudah dikontrol serta indeks performa yang dihasilkan bagus di atas 400. Adanya closed house, efisiensi bisa ditingkatkan,” imbuhnya.
Data yang dimiliki Riyanti juga dikuatkan oleh data yang dimiliki Ir. Daryatmo, S.Pt.,MP, IPM selaku pengelola Teaching Farm Clsoed House Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Daryatmo yang juga merupakan dosen di kampus yang sama menuturkan alasan kenapa kandang closed house mampu meningkatkan efisiensi dalam berbudi daya broiler karena closed house memiliki parameter yang mudah untuk dikontrol.
Paramater tersebut misalnya suhu, sirkulasi udara, kelembapan, cahaya, serta kepadatan kandang. Closed house memiliki kepadatan 12-15 ekor/meter persegi, sedangkan open house hanya 8-10 ekor/meter persegi. Selain itu, closed house juga menghasilkan keseragaman bobot badan yang tinggi yakni di atas 85 persen sehingga memudahkan dalam manajemen pemanenan.
“Di beberapa sistem pemasaran, masih terjadi memilih-milih ukuran, dengan keseragaman yang tinggi maka panen akan lebih mudah. Hal ini sangat memengaruhi efisiensi dalam berbudi daya,” jelasnya.
Sebagai informasi, Forum Temu Kandang Nasional (FTKN) merupakan forum komunikasi dari sepuluh universitas yang telah mendapatkan hibah kandang closed house dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Kesepuluh universitas tersebut yakni Universitas Andalas, Universitas Lampung, IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Sebelas Maret, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin dan Universitas Udayana.