Closed house PT Charoen Pokhand Indonesia
Pada akhir tahun 2019 silam, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPI) bekerja sama dengan Fakultas Peternakan UGM meluncurkan program Work Based Academy (WBA). Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara CPI dan Fakultas Peternakan UGM dilakukan pada tanggal 11 November 2019 di Auditorium Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta.
Menurut Syafri Afriansyah selaku Head of Human Capital for Poultry Business PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. pada penutupan WBA Batch 1 yang dilakukan secara daring, Senin (10/8), mengatakan bahwa kegiatan Work Based Academy bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada sarjana peternakan terkait budi daya broiler dengan manajemen closed house.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan potensi para sarjana untuk tumbuh dan berkarier di industri perunggasan, selain itu peserta melakukan On Job Training di peternakan milik perusahaan dan peserta membuat proyek kecil dengan didampingi oleh branch head, area head dan technical service senior, dan peserta pun mempelajari budi daya perunggasan yang sesungguhnya.
Kegiatan WBA diikuti oleh 20 orang peserta terseleksi dari 150 orang pendaftar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Para peserta menjalani program pelatihan selama kurang lebih enam bulan dengan serangkaian pelatihan di dalam kelas di Fakultas Peternakan UGM dan menjalani praktik budi daya di unit-unit Charoen Pokphand Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah sejak 10 Februari-10 Agustus 2020.
Dalam acara penutupan WBA Batch 1 tersebut, tiga orang perwakilan peserta WBA dipilih untuk mempresentasikan proyek kecil hasil dari program pelatihan WBA yakni M. Tanifal alumni Fakultas Peternakan Universitas Andalas mengenai Simulasi Analisa Hasil Produksi Peternakan, dilanjutkan oleh Aryo Pujo Sakti alumni Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada mengenai Manajemen Sexing dan Penjarangan sesuai Kapasitas Kandang dan Planning Panen dan Muhammad Yaser Maulana dari Institut Pertanian Bogor mengenai Penggunaan Air Deflector untuk Meningkatkan Kecepatan Angin di Kandang.
Baca Juga: CPI Dukung IPB Peduli Lingkar Kampus
Pada kesempatan yang sama hadir pula Presiden Direktur CPI, Dr. (H.C.) Tjiu Thomas Effendy, S.E.,MBA, yang memberikan apresiasi atas suksesnya program WBA Batch 1 tersebut. Menurutnya program tersebut sangat luar biasa, karena industri perunggasan kalau ingin maju, arahnya sudah harus ke closed house untuk bersaing.
Thomas berujar, untuk masuk ke arah itu tentu memiliki banyak tantangan di antaranya SDM profesional yang masih kurang dan juga penguasaan materi di kandang yang masih sangat minim. Oleh karenanya, dengan adanya kerja bersama WBA akan tercipta tenaga peternakan yang profesional dan menguasai bidangnya.
“Adanya program ini kita harap peserta mendapat pengalaman berharga, dapat memberikan manfaat nyata bagi perunggasan Indonesia dan berkembang dengan baik di kemudian hari. Selain itu, kami berharap WBA dapat menghasilkan semakin banyak sarjana profesional yang menguasai sistem perkandangan closed house yang akan menyebar di seluruh penjuru indonesia,
” ujarnya.
Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof Ali Agus pun mengatakan hal yang senada. Ia menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan WBA akan dapat meningkatkan keterampilan, kompetensi serta kesiapan para sarjana peternakan yang telah berkecimpung secara langsung dalam budi daya broiler dengan menggunakan sistem perkandangan close house.
“Kami bersyukur bahwa kegiatan ini telah berlangsung, tentu adanya kegiatan ini banyak pengalaman dan dinamika selama menjalani program di lapangan. Kita telah berpartisipasi menyiapkan SDM unggul, SDM yang lebih profesional khususnya di bidang handling broiler modern. Kami menghaturkan banyak terima kasih kepada pihak CPI. Tantangan globalisasi semakin besar, kita pun harus persiapkan semaksimal mungkin,” tuturnya.
Masih menurut Ali, melihat kesuksesan program kerja sama PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPI) dengan Fakultas Peternakan UGM pada WBA Batch 1, maka untuk batch selanjutnya akan terus dilanjutkan. “Program WBA Batch 2 sedang dipersiapkan dan tetap berfokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas SDM Perunggasan unggul,” pungkasnya.