POULTRYINDONESIA, Jakarta – PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk menggelar acara pelepasan ekspor produk olahan perdana ke Qatar, Rabu (24/2).
Tak hanya ekspor ke Qatar, CPI juga turut melepas ekspor lanjutan produk olahan ke Jepang dan juga ekspor beberapa produk unggas berupa pakan, DOC, dan juga produk olahan ke Republik Demokratik Timor Leste.
Dalam acara yang digelar secara luring dan daring tersebut, CPI membuktikan bahwa dengan adanya pandemi yang melanda di seluruh negeri, industri perunggasan di Indonesia bisa terus berkembang.
Menurut Komisaris Independen PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Suparman Sastrodimedjo, dalam sambutannya mengatakan bahwa CPI ingin terus mengembangkan ekspor ke banyak negara.
Menurutnya, dengan terselenggaranya acara pada pagi hari tersebut, hal itu merupakan sebuah komitmen perusahaannya untuk terus meningkatkan kualitas produk-produknya agar bisa diekspor ke banyak negara di dunia.
“Kami juga mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan para stakeholders terkait, khususnya pemerintah untuk terus bersama-sama mengembangkan industri kita ini agar terus maju ke depannya,” ujar Suparman.
Dalam acara tersebut, turut hadir sejumlah pejabat negara seperti Dr. Kasan (Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan), Rita Endang (Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM).
Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Qatar, Ridwan Hasan, yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa ekspor dalam sektor agro ini bisa terus berkembang.
Jika dilihat secara geografis, Qatar memang negara kecil, namun jika dilihat secara ekonomi, Qatar menjadi negara dengan pendapat per kapita yang sangat tinggi, sehingga kehadiran di Qatar ini bisa menjadi peluang yang besar yang masih bisa terus dikembangkan.
Baca Juga: CPI dan IPB Luncurkan Program Pelatihan ETC Bersertifikat DUDI
“Dengan adanya produk yang masuk ke Qatar, ini bisa menjadi pijakan Indonesia untuk bisa ekspansi lagi produk-produk yang bisa diekspor ke negara-negara lain di Timur Tengah,” terang Ridwan Hasan.
Nada positif juga disampaikan Syahrul Yasin Limpo (SYL) selaku Menteri Pertanian Republik Indonesia. SYL mengungkapkan rasa bangganya bahwa meskipun kondisi pandemi masih melanda, melalui PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk mengajarkan hal untuk tetap semangat dan bisa terus bangkit.
“Hari ini merupakan sebuah bukti bahwa pandemi tidak mengurangi semangat kita untuk melakukan kegiatan dan terus berkreasi mencari solusi-solusi ke depan,” ujarnya.
Syahrul menjelaskan, ekspor perdana ke Qatar ini dilakukan sebanyak 3,29 ton dengan nilai Rp220 juta dari total kontrak 21,6 ton untuk tahun 2021 yang telah disepakati antara PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk dan pihak buyer di Qatar.
Selain Qatar, adapun ekspor lanjutan ke Jepang sebanyak 6 ton dengan nilai Rp250 juta. Hal itu merupakan pesanan ulang dari kesekian kalinya sejak tahun 2018.
Selain produk olahan unggas, dilakukan juga ekspor lanjutan 6 kontainer pakan unggas ke Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), sekitar 120.000 kg dengan nilai Rp740 juta.
Masih menurut SYL, saat ini Indonesia butuh akselerasi, Indonesia butuh kerja sama antarpihak, antarlembaga untuk bisa mentereng di dunia internasional.
“Saya berharap PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk bisa terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk ekspornya, agar kita terus bisa bersaing dengan negara lain,” tutup Syahrul.