POULTRYINDONESIA, Jakarta – Sebagai bagian dari dedikasinya untuk negeri, PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk (CPI) memberikan beasiswa Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI). Yang mana hingga saat ini beasiswa tersebut telah menyekolahkan 289 mahasiswa dan alumni dari seluruh fakultas peternakan se-Indonesia.
Dalam acara Temu Beasiswa yang merupakan forum temu ramah antar alumni dan mahasiswa penerima beasiswa CPFI, Thomas Effendy, selaku Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk, mengatakan bahwa dirinya menyadari banyak anak yang memiliki kemampuan dalam belajar, akan tetapi mengalami kesulitan dalam hal finansial. Selalu menomorsatukan pendidikan untuk generasi yang lebih baik, Thomas mengaku terpanggil untuk membentuk para anak muda dan berharap perusahaan lainnya dapat ikut berpartisipasi dalam membantu meningkatkan potensi dan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.
“Anak-anak mereka yang menempuh pendidikan yang tinggi dan menjadi sarjana merupakan harapan untuk merubah kehidupan orangtuanya. Saya berpesan, jalani proses pendidikan ini dengan konsentrasi penuh—fokus dan belajar yang rajin. Adik-adik akan menggantikan orang tua menjadi tulang punggung keluarga, sehingga manfaatkanlah waktu dengan sebaik-baiknya,” ujarnya dalam acara yang terselenggara secara daring, Senin (14/2) ini.
Baca Juga: Analisis dan Risk Management Mycotoxin dilakukan Selko
Thomas melanjutkan bahwa dalam beasiswa ini tidak ada perjanjian yang mewajibkan penerima untuk bekerja di CPI. Dirinya mempersilakan penerima beasiswa untuk sebebas-bebasnya menyalurkan bakat, keahlian, dan kesenangannya untuk bekerja dimana saja yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Guna mendukung lancarnya program beasiswa yang sedang dijalani, R. Edwin Indarto, selaku Life and Business Coach yang juga merupakan Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), memberikan motivasi kepada para mahasiswa dan alumni penerima beasiswa CPFI. Edwin memberikan kiat-kiat dalam menjalani program beasiswa dengan memahami tujuan dan cara mendapatkannya untuk hidup yang lebih sukses.
“Dalam hidup, tidak ada yang salah dan benar, tergantung dari persepsi kita masing-masing. Apa yang kita lakukan, berhasil atau tidaknya kita sebagai manusia berdasar pada tiga hal, yakni thinking, being, dan doing. Bagaimana pola pikir kita akan menentukan tindakan kita dan keberhasilkan kita. Hasil yang didapatkan tidak akan mengkhianati pola pikir yang positif dan usaha yang maksimal,” ujarnya.
Edwin juga mengatakan bahwa batasan-batasan yang ada pada pikiran akan menghambat langkah kedepannya, sehingga akan lebih bijak jika para penerima beasiswa CPFI menghadapi setiap tantangan yang ada dengan mindset untuk naik kelas, bukan untuk menghukum. Edwin juga mendorong para alumni dan mahasiswa untuk berani dalam membuat terobosan dan perubahan.
Masih dalam acara yang sama, Besse Nur Rahmi, salah satu alumni dari program beasiswa CPFI, menyampaikan rasa terima kasihnya. Setelah mendapat beasiswa CPFI selama 7 semester, dirinya juga lolos dalam program Charoen Pokphand Best Student Appreciation (CPBSA) dan kini bekerja di Charoen Pokphand Makassar.
“Temu Beasiswa ini sangat bermanfaat, baik bagi mahasiswa maupun alumni, karena motivasi-motivasi yang diberikan membuat kita semangat bekerja dan berkembang kedepannya. Semoga CPI dapat memberikan beasiswa lanjutan S2 kepada karyawan atau alumni penerima beasiswa S1 dari CPFI untuk bisa mengenyam pendidikan yang tinggi,” ungkapnya.