POULTRYINDONESIA, Jakarta – Perusahaan perunggasan terintegrasi PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pada hari Senin (22/5) di Jakarta. Dalam acara ini, dibahas beberapa agenda, diantaranya persetujuan atas laporan tahunan perseroan pada tahun buku 2022 dan pengesahan laporan perseroan, persetujuan atas penggunaan keuntungan perseroan tahun buku 2022, persetujuan penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan perseroan keuangan 2023 serta persetujuan atas perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan.
Dalam sambutannya di Public Expose, Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Tjiu Thomas Effendy menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh pemegang saham dan kuasa pemegang saham atas kepercayaan yang diberikan kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris periode 2023 – 2028. Dirinya menegaskan bahwa jajaran Direksi dan Dewan Komisaris akan berusaha sekuat tenaga untuk memimpin CPI dalam periode 5 tahun kedepan. Dirinya berharap dalam 5 tahun kedepan, CPI akan lebih maju dan jaya lagi.
“Saya rasa situasi akan selalu berubah. Untuk itu, kami selalu mengharapkan kerja sama tim yang baik untuk menghadapi situasi dan tantangan yang akan datang, baik situasi yang menguntungkan atau tantangan yang mengharuskan kami untuk memeras otak,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan laporan keuangannya, CPIN mencatatkan penjualan sebesar Rp56,86 triliun di 2022 atau naik 9,99% dibandingkan dengan tahun 2021 sebesar Rp51,69 triliun. Namun demikian, kenaikan penjualan CPI ini diikuti dengan meningkatnya beban pokok penjualan, dari Rp43,55 triliun pada 2021 menjadi Rp48,72 triliun pada 2022. Kenaikan terutama disumbang dari pos bahan baku yang mencatatkan kenaikan sebesar 12,34% secara tahunan menjadi Rp41,21 triliun dibandingkan dengan 2021 sebesar Rp36,68 triliun. Kenaikan beban pokok penjualan ini membuat laba kotor CPI naik tipis menjadi Rp8,14 triliun, dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp8,13 triliun. Sementara itu, net income turun sekitar 19,03 % menjadi Rp2,94 triliun dari Rp3,63 triliun pada tahun sebelumnya.
Melihat fenomena ini, dalam RUPST tersebut telah disepakati bahwa CPI tidak akan membagikan dividen dari perolehan laba tahun buku 2022 dan juga telah ditetapkan bahwa seluruh perolehan keuntungan pada 2022 akan dialokasikan untuk dana cadangan. Hal ini tak lepas dari situasi kinerja di kuartal I-2023 yang belum memuaskan dan kondisi industri perunggasan kurang baik.
“Tentu sebuah hal yang lama untuk diputuskan. Namun, kami melihat bahwa kedepannya CPI membutuhkan kondisi keuangan yang lebih kuat lagi untuk bisa memberikan manfaat yang lebih bagi para pemegang saham, sehingga kami memutuskan untuk tidak membagikan dividen pada tahun ini. Dengan situasi ini, kita menargetkan setidaknya pada 2023, kita dapat mencapai keuntungan seperti yang telah berhasil kita capai pada tahun 2022. Walaupun di kuartal I-2023 keliatannya sangat kurang baik, namun dengan berbagai strategi dan kerja sama, diharapkan hal tersebut dapat tercapai,” jelasnya.
Dalam menghadapi tahun 2023, Thomas melanjutkan bahwa CPI akan melakukan peningkatan efisiensi untuk mencetak margin yang lebih baik. Walaupun hal tersebut telah lama dijalankan, akan tetapi tahun ini akan dijalankan lebih ekstra lagi. Selain itu, CPI juga akan lebih memperhatikan fleksibilitas produksi yang menyesuaikan perkembangan supply-demand dan daya beli produk. Tak sampai disitu, CPI juga akan memastikan lebih baik lagi terkait pasokan bahan pakan yang berkualitas dengan harga yang kompetitif, sehingga efisiensi bisnis pakan bisa ditingkatkan.
Untuk alokasi belanja modal atau Capital Expenditure (Capex) tahun 2023, Thomas merencanakan untuk menyediakan dana sebesar Rp1,7 triliun, lebih rendah daripada serapan 2022 yang menembus Rp2,7 triliun (termasuk dalam maintenance Capex). Dari dana tersebut, ia menjelaskan bahwa Capex tahun 2023 ini akan difokuskan pada pemeliharaan alat produksi demi menjaga efisiensi, termasuk alokasi dana untuk sejumlah proyek yang masih berjalan pada tahun ini.
Terlepas dari hal tersebut, meski masih dihadapkan dengan berbagai tantangan, Thomas berpandangan bahwa bisnis perunggasan ini masih memiliki prospek yang positif. Hal tersebut didukung oleh tingkat konsumsi daging ayam per kapita masyarakat Indonesia yang cenderung masih rendah dan peluang pertumbuhan yang sejalan dengan kondisi perekonomian yang meningkat.
“Kita ketahui bahwa konsumsi domestik menyumbang lebih dari 53% pertumbuhan ekonomi nasional. Jadi, secara fundamental, bisnis perunggasan ini akan terus berkembang. Kami melihat konsumsi unggas sebagai sumber protein yang murah bagi masyarakat akan terus meningkat,” tegasnya dengan optimis.
Jajaran Direksi dan Dewan Komisaris PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) periode 2023 – 2028
Presiden Direktur : Tjiu Thomas Effendy
Wakil Presiden Direktur : Peraphon Prayooravong
Direktur : Ong Mei Sian
Direktur : Jemmy
Direktur : Eddy Dharmawan Mansjoer
Direktur : Ferdiansyah Gunawan Tjoe
Presiden Komisaris: Hadi Gunawan Tjoe
Wakil Presiden Komisaris: Rusmin Ryadi
Komisaris Independen : Suparman Sastrodimedjo
Komisaris Independen : Hendri Murtany