Sumber protein hewani dari produk hasil unggas memiliki sejumlah kelebihan dibanding dari sumber pangan lain
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Tidak hanya mampu membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk dapat mencegah berbagai penyakit seperti korona yang saat ini tengah mewabah, konsumsi rutin daging ayam juga memiliki peran yang jauh lebih besar daripada itu. Konsumsi daging ayam berperan penting dalam penanggulangan gizi buruk bangsa. Hal itu didasarkan pada fakta dari hasil Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI tahun 2018 yang menyebutkan telah terjadi peningkatan proporsi balita dengan gizi kurang, kurus, dan stunting yang cukup tinggi.
Hal itu sejalan pula dengan fokus pemerintah yang akan lebih menekankan pada pengembangan kualitas sumber daya manusia, yang diyakini menjadi kunci untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Jika pertumbuhan ekonomi nasional dapat terjaga dan konsisten tinggi, maka Indonesia bisa meningkatkan jumlah penduduk kelas menengah hingga 70 persen pada tahun 2045 yang diharapkan menjadi era kegemilangan bangsa Indonesia. Dengan demikian, peningkatan kualitas SDM harus dimulai sejak dini. Peningkatan kualitas perbaikan gizi, khususnya anak balita, sebagai langkah awal untuk menaikkan kualitas kesehatan keluarga harus dilakukan sejak sekarang. Hal itu disebabkan pada 25 tahun mendatang, sumber daya manusia (SDM) yang kini masih duduk di bangku sekolah akan menjadi sumber daya manusia terdepan pembangunan bangsa Indonesia.
Tantangan utama penyiapan kualitas SDM sejak dini adalah proporsi status gizi anak balita dengan indikator tinggi badan sangat pendek atau stunting yang masih berada di angka 30,8 persen pada tahun 2018 (Riskesdas, 2018). Terjadinya stunting dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak secara permanen, sehingga menurunkan pencapaian potensi kecerdasannya. Hal itu disebabkan secara fisik sel-sel otak seorang anak tidak terbentuk secara penuh dan normal karena tak terpenuhinya kebutuhan zat gizi. Pembentukan sel-sel otak secara maksimal terjadi pada usia lahir hingga dua tahun, dan setelah itu terjadi pelambatan hingga usia lima tahun.
Baca Juga: Problematika Seputar Gizi Masyarakat
Di sinilah peran penting daging ayam sebagai sumber protein hewani yang memiliki sejumlah kelebihan di banding sumber protein lainnya. Namun yang harus dipahami adalah, tidak ada sumber zat gizi tunggal untuk memerangi masalah gizi buruk. Perlu ada kombinasi dengan sumber zat gizi lain dalam pola gizi seimbang.
Konsumsi daging ayam secara rutin dan dalam jumlah yang cukup tidak sekadar membantu mengatur sistem antibodi meminimalkan risiko terjangkitnya berbagai penyakit yang mengancam, namun juga bermanfaat menghasilkan sumber daya manusia yang tumbuh normal, cerdas, sehat dan memilik kompetensi di tingkat regional bahkan global.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi April 2020 dengan judul “Konsumsi Daging Ayam Bantu Tingkatkan Sistem Kekebalan Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153