POULTRYINDONESIA, Tangerang — Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI) resmi dipimpin oleh Dalmi Triyono. Hal ini diresmikan pada Rapat Umum Anggota (RUA) ADHPI yang digelar pada pameran ILDEX Indonesia 2022 yang diselenggarakan di ICE BSD, Tanggerang, Kamis (10/11).
Segudang pekerjaan sudah menghadang Dalmi di periode baru kepemimpinannya saat ini. Pada sesi wawancara dengan awak media, ia mengatakan bahwa pekerjaan sebagai anggota dan pengurus ADHPI memang tidak berujung dengan target yang terukur. Namun, Dalmi tetap optimis, karena menurutnya sektor perunggasan merupakan sektor yang sangat besar serta tepat dan praktis mendukung program-program pemerintah, seperti One Health dan stunting. Selain itu, dirinya juga sudah memikirkan beberapa program kerja yang akan dilakukan.
”Program kerja ADHPI yang baru adalah membantu teman sejawat dari segi profesi, dan melayani negeri ini dengan sebaik-baiknya, contohnya dengan penanganan stunting. Peningkatan kemampuan teman-teman dokter hewan yang bekerja di perunggasan dan isu AMR juga menjadi fokus kami. Meski sudah banyak acuan pemerintah yang menekan penggunaannya, kita tidak bisa menutup mata bahwa pemakaian antimikroba di perunggasan masih kerap terjadi,” jelasnya.
Baca juga: Livestock Taiwan Expo & Forum ke-6 Resmi Dimulai
Dalmi kemudian mengatakan bahwa penanganan penyakit-penyakit strategis di perunggasan juga turut menjadi fokus ADHPI kedepannya karena penyakit unggas masih banyak sekali yang harus ditangani. Menurutnya, selain Avian Influenza (AI), Newcastle Disease (ND) juga masih menjadi momok di perunggasan, sehingga harus segera ditemukan solusinya.
”Mudah-mudahan kami bersama dengan para senior dan teman-teman sejawat di perunggasan dapat menjalani pekerjaan ini dengan baik,” lanjut Dalmi.
Di akhir sesi wawancara, Dalmi mengharapkan seluruh anggota ADHPI seluruh Indonesia bisa bekerjasama dan bahu-membahu karena pekerjaan dokter hewan di bidang perunggasan meruapakn tugas utamanya. Meski begitu, ia tidak berharap muluk-muluk agar semua masalah ini harus selesai. Dalmi menyadari ini merupakan salah satu langkah dalam proses panjang. ”Kalau bukan kita, siapa lagi?” pungkasnya.