Oleh : Kasri*
Secara nasional, salah satu penyumbang protein hewani terbesar masyarakat Indonesia berasal dari daging ayam. Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa saat ini Indonesia sudah mampu swasembada daging unggas, bahkan jumlah produksinya telah melebihi kebutuhan masyarakat.
Pemerintah bisa bekerja sama dengan peternak dalam menjalankan usaha perunggasan dengan melakukan tindakan pembelian produk peternakan seperti daging ayam dan telur untuk dibagikan kepada masyarakat yang menjadi korban terdampak pandemi COVID-19.
Saat ini, dunia tengah diguncang oleh pandemi COVID-19. Virus ini pertama kali muncul di Kota Wuhan dan sudah menginfeksi hampir ke seluruh dunia. Virus ini berpengaruh pada hampir seluruh sektor kehidupan, tak terkecuali pada subsektor perunggasan. Berbeda dengan flu burung (H5N1) yang langsung menyerang ternak, COVID-19 lebih berpotensi menyerang ‘peternaknya’. Akibat pandemi, akses serapan pasar daging ayam juga cukup sulit, terlebih lagi sejak adanya peraturan pemerintah terkait pembatasan aktivitas di luar rumah hampir di semua daerah membuat masyarakat tidak bisa keluar untuk melakukan jual beli atau transaksi.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketuk Diarmita, dalam rilisnya di media mengatakan bahwa diperkirakan produksi daging ayam secara kumulatif periode Maret-Mei 2020 mencapai 990.608 ton, sedangkan kebutuhan diperkirakan sebanyak 879.755 ton. Sehingga ada neraca surplus sebanyak 110.853 ton. Saat ini, tersedia juga stok akhir Februari sebanyak 98.640 ton, sehingga total stok surplus sampai akhir Mei 2020 diperkirakan mencapai 209.493 ton. Selain karena masih terjadi kelebihan produksi, serapan rendah akibat pandemi menyebabkan harga sempat jatuh hingga jauh di bawah biaya pokok produksi para peternak. Hal tersebut membuat peternak banyak merugi.
Oleh karena itu, dalam menanggapi serapan daging ayam yang rendah dan untuk meningkatkan harga ayam di tingkat peternak, penulis mengusulkan agar pemerintah mengampanyekan konsumsi daging ayam dan telur guna meningkatkan imunitas tubuh yang dapat membantu menangkal COVID-19. Penulis juga berharap agar pemerintah bisa bekerja sama dengan peternak dalam menjalankan usaha perunggasan dengan melakukan tindakan pembelian produk peternakan seperti daging ayam dan telur untuk dibagikan kepada masyarakat yang menjadi korban terdampak pandemi COVID-19, baik masyarakat yang kehilangan penghasilan maupun yang secara ekonomi memang sejak sebelum ada pandemi pun memang tidak memiliki kemampuan untuk membeli pangan sumber protein hewani. *Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin Makassar
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Juni 2020 dengan judul ”Dampak COVID-19 pada Industri Perunggasan Nasional”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153
Menyukai ini:
Suka Memuat...