POULTRY INDONESIA, Pasuruan – Kehadiran De Heus di Indonesia rupanya disambut positif oleh pasar yang ada. Hal ini terbukti dari makin meningkatnya permintaan pakan kepada pabrik pakan yang satu ini, sehingga kapasitas produksi pabrik De Heus pertama di Jawa Timur yang terletak di Mojokerto tidak mampu untuk melayani kebutuhan pasar yang terus meningkat.
Dalam acara pembukaan pabrik pakan di Pasuruan, Rabu (2/11) Key De Vreese, Presiden Direktur De Heus Indonesia menjelaskan bahwa sebagai langkah menjawab respon pasar yang cukup bagus tersebut, De Heus memutuskan untuk membangun pabrik baru di Pasuruan. Pabrik pakan yang mempunyai kapasitas produksi per tahun mencapai 300.000 MT ini dikhususkan untuk memproduksi pakan unggas.
“Dengan kehadiran kami di Indonesia, kami memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi pada bangsa. Dalam perkembangannya di Indonesia, De Heus fokus pada pengembangan masyarakat agrikultur yang berorientasi pada modernisasi, pertumbuhan, peduli, dan berkelanjutan. Pabrik modern yang didukung dengan mesin dari Eropa yang dilengkapi dengan otomatisasi dan sistem digital ini, menjadi salah satu kontribusi konkret kami,” terangnya.
Baca Juga: Launching dan Bedah Buku Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Andalas
Dirinya melanjutkan, pabrik ini merupakan pabrik keempat De Heus di Indonesia. Dimana proses pembangunan plan Pasuruan ini murni dilakukan mulai awal dengan total investasi sekitar 400 Miliar. Hal ini berbeda dengan plan Mojokerto, yang merupakan plan akuisisi dari perusahaan lain.
“Akuisisi memang langkah cepat untuk pertumbuhan usaha. Namun, kalau memungkinkan, tetap lebih baik membangun sendiri, seperti yang kita lakukan di Pasuruan ini,” tegasnya.
Hadir dalam acara pembukaan ini Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Nasrullah, Kepala  Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim, Ir. Indyah Ariyani dan sejumlah tamu undangan baik dalam maupun luar negeri. Dalam acara tersebut, De Heus juga memberikan bantuan pakan ternak sapi kepada peternak yang terdampak banjir di Malang dan Blitar.
“Kami berharap bantuan ini dapat membantu para peternak yang terkena dampak banjir. Kami melakukan ini karena kami peduli dengan kelangsungan hidup para peternak, keluarga mereka dan komunitas sekitarnya,” pungkasnya.