Broiler dalam kandang (sumber gambar: zootechnicainternational.com)
Oleh : drh. Sulaxono Hadi1) dan drh.Ratna Loventa Sulaxono2)
Pengenalan gejala klinis sejak dini adalah penting terhadap avian infectious bronchitis, di samping dikuatkan dengan hasil nekropsi atau bedah bangkai terhadap sejumlah ayam yang sakit dan mati. Konfirmasi diagnosa bisa dilakukan dengan mengirim sampel organ atau swab orofaring dan kloaka ke laboratorium penguji dan diagnostik untuk dilakukan isolasi virus, identifikasi terhadap virus IB. Pengujian laboratorium bisa dilakukan dengan isolasi virus, uji serologis virus netralisasi, RT-PCR, atau imunohistokimia.
Berbagai penyakit yang ditandai awal dengan gangguan pernapasan merupakan diagnosa banding dari IB seperti avian influenza, newcastle disease (ND), serta chronic respiratory disease (CRD). Gangguan terhadap produksi telur berupa penurunan produksi dan lembeknya kerabang atau cangkang telur bisa dikelirukan dengan penyakit EDS ’76 serta infeksi pullorum.
Pencegahan & pengendalian
Vaksinasi adalah langkah pencegahan yang bisa dilakukan di samping tindakan biosekuriti, peningkatan sanitasi lingkungan dan higiene kandang, serta desinfeksi dengan desinfektan antivirus. Vaksinasi direkomendasikan menggunakan vaksin yang menggunakan biang virus IB yang diperoleh dari isolat lokal. Serotipe virus IB di negara lain yang digunakan untuk vaksin belum tentu memberikan proteksi yang baik. Serotipe virus lokal akan mampu memberikan pembentukan antibodi dan proteksi terhadap serangan virus IB yang ada di lokal area peternakan, tidak harus menggunakan vaksin impor yang serotipe virusnya belum tentu sesuai.
Baca Juga: Identifikasi Infectious Bronchitis Pengancam Pernapasan Unggas
Vaksinasi pada anak ayam bisa menggunakan vaksin aktif melalui spraying dan booster vaksinasi dilakukan menggunakan vaksin inaktif melalui air minum. Pada ayam parent stock dan ayam petelur (layer), vaksinasi IB terakhir dilakukan pada saat ayam akan memasuki masa bertelur. Vaksinasi yang baik pada parent stock akan menghasilkan maternal antibodi yang baik pada DOC yang dihasilkan.
Bila menjumpai beberapa ekor ayam di kandang mengalami gangguan pernapasan, maka menyingkirkan segera ayam ini untuk diisolasi merupakan langkah pertama yang baik karena penyakit ini menular cepat secara aerosol atau melalui media yang tercemar. Ayam ini bisa segera dimusnakan dan dikubur atau dibakar untuk menekan risiko penularan. Segera melakukan desinfeksi pada kandang dan peralatan yang kemungkinan tercemar. Pekerja hendaknya hanya menangani ayam pada satu kandang, tidak lebih dari satu kandang untuk mencegah penularan ke kandang lain.
Transfer sisa pakan hendaknya tidak dilakukan pada sistem kemitraan karena potensial akan memindahkan virus dari satu peternak anggota kemitraan ke peternak lainnya. Petugas lapang kemitraan agar tidak melakukan kunjungan dari peternakan tertular ke peternakan lain yang sehat, demikian juga tenaga sales atau technical service dari perusahaan obat hewan. Hal lain yakni memperkuat daya tahan ayam yang masih sehat dan belum terserang bisa dikukan dengan menambah vitamin C, memberikan probiotik, dan vaksinasi pada kandang yang sehat yang belum terserang virus IB. 1)Medik Veteriner Ahli Balai Besar Veteriner Maros, 2)Medik Veteriner Pertama Balai Besar Veteriner Maros
Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Majalah Poultry Indonesia edisi Agustus 2020 dengan judul “Infeksi Virus Corona Pada Ayam”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153