Memilih menjadi dokter hewan merupakan pilihan bagi Dimas karena Ayah dan Kakaknya memiliki profesi yang sama. Pria bernama lengkap Dimas Prasetyo ini berasal dari Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Sebagai Technical Sales Representative (TSR) di PT SHS Internasional, ia mengaku tertarik pada dunia tersebut karena pekerjaan lapangan dapat dikatakan lebih fleksibel serta tidak terlalu terpaku dengan jam kerja.
“Saya mulai tertarik dengan dunia peternakan saat masih menjadi mahasiswa serta rekomendasi teman yang sudah terlebih dahulu bekerja di perusahaan yang sama,” ujarnya kepada Poultry Indonesia di Jakarta, Kamis (5/12).
Baca Juga : Sinergi Lintas Sektor dalam Menghadapi Era Non-AGP
Sebagai dokter hewan yang berkecimpung di dunia perunggasan, dirinya merasa perlu untuk memberikan solusi terbaik dalam mengatasi berbagai tantangan yang ada di peternakan. Apalagi dengan dilarangnya antibiotic growth promoter (AGP), hal itu berdampak pada turunnya keuntungan peternak akibat performa ayam yang kurang baik akibat meningkatnya kasus penyakit. “Saya berusaha membantu peternak dengan ilmu yang saya miliki agar ayam-ayam mereka selalu sehat dan memiliki performa yang baik,” kata Ketua Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia (IMAKAHI) Institut Pertanian Bogor periode 2015-2016 ini. Esti
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Januari 2020 dengan judul “Mencari Solusi Terbaik untuk Kesehatan Unggas”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153