Banten merupakan sebuah provinsi yang terletak diujung barat Pulau Jawa, yang menjadi tempat tinggal bagi kurang lebih 13,16 juta jiwa pada tahun 2020. Dulunya Banten merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat, sebelum menjadi wilayah pemekaran pada tahun 2000, berdasarkan Undang– Undang Nomor 23 Tahun 2000. Secara administratif provinsi ini terbagi menjadi 4 kabupaten dan 4 kota yaitu Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Serang, Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kota Cilegon. Provinsi dengan luas wilayah 9.160,70 Km2 ini, mempunyai ibu kota dan pusat pemerintahan di Kota Serang.
Berada di ujung Barat Pulau Jawa dan berbatasan langsung dengan Ibu kota Negara, membuat Banten mempunyai posisi yang strategis untuk perkembangan industri perunggasannya
Berdasarkan situs resmi Pemerintah Provinsi Banten, secara geografis Banten terletak 105º1’11² – 106º7’12² Bujur Timur dan 5º7’50² – 7º1’1² Lintang Selatan, yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa di sebelah Utara, sebelah Barat dengan Selat Sunda, di bagian Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia serta DKI Jakarta dan Jawa Barat di sebelah Timur.
Dengan letak geografis yang berada di ujung Barat Pulau Jawa, membuat Banten berperan sebagai penghubung utama jalur perdagangan Sumatera–Jawa, serta sebagai bagian dari sirkulasi perdagangan Asia dan Internasional. Hal ini dikarenakan Selat Sunda merupakan salah satu jalur lalu lintas laut yang strategis karena dapat dilalui kapal besar yang menghubungkan Australia dan Selandia Baru dengan kawasan Asia Tenggara misalnya Thailand, Malaysia, dan Singapura. Selain itu letak geografis yang sangat dekat DKI Jakarta menjadikan Banten sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Negara serta sebagai lokasi aglomerasi perekonomian dan permukiman yang potensial.
Dengan posisi yang sangat strategis tersebut membuat perkembangan industri di daerah Banten berjalan begitu pesat. Tak terkecuali dalam industri perunggasan. Kini Banten merupakan provinsi di mana sektor hulu hingga hilir perunggasan dapat dijumpai. Industri pembibitan (GPS dan PS), pabrik pakan ternak, pabrik obat hewan, kandang budi daya final stock (FS), budi daya ayam pejantan dan ayam lokal, Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) hingga industri pengolahan semuanya terintegrasi, sehingga mendukung semakin majunya industri perunggasan di Banten.
Jika diperhatikan, sebaran wilayah industri perunggasan di Banten juga cukup menarik. Dimana sektor hulu dan on farm lebih dominan berada ke arah Selatan seperti Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang serta Kabupaten Serang. Sedangkan untuk sektor industri pakan ternak, obat hewan, serta pengolahan pascapanen banyak ditemui di daerah Tangerang Raya. Kemudian Banten sendiri, selain memenuhi kebutuhan dalam daerah juga memiliki peran sebagai penyangga kebutuhan pangan bagi daerah konsumen, salah satunya yaitu ibu kota negara, DKI Jakarta yang menjadi pusat perputaran ekonomi di Indonesia.
Selain letaknya yang sangat strategis, kemajuan perunggasan Banten juga didukung oleh sarana infrastruktur transportasi dan logistik yang memadai. Pembangunan tol di Banten berjalan begitu cepat dan hampir dapat menyambungkan semua wilayah di provinsi ini. Selain itu, adanya pelabuhan juga sangat membantu proses transportasi antar pulau atau kegiatan ekspor-impor. Lebih lanjut sistem investasi dan perizinan yang mudah, serta dukungan semua stakeholders perunggasan yang ada juga turut mendorong pertumbuhan perunggasan di Banten.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi November 2021 dengan judul “Melihat Dinamika Perunggasan Banten”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silakan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153
Menyukai ini:
Suka Memuat...