POULTRYINDONESIA, Bogor – Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) telah melaksanakan serangkaian acara seminar ilmiah nasional, dalam rangka pelantikan pengurus PB ISPI periode 2024-2029 dan RAKERNAS bertajuk “ISPI untuk Pembangunan Peternakan Indonesia yang Berkelanjutan”. Acara seminar ini berlangsung di IPB International Convention Center pada Jumat, (⅓).
Dalam sambutannya, Dr. Ir. H. Audy Joinaldy, S.Pt., M.Sc., M.M., IPM., ASEAN.Eng. selaku Ketua ISPI terpilih menyampaikan bahwa dirinya ingin meningkatkan marwah organisasi. Karna kedepannya tantangan akan semakin banyak.
“ISPI akan mencoba merangkul semua stakeholder peternakan di Indonesia, serts menyatukan ISPI dari berbagai daerah menjadi satu ISPI. Mari beriringan kita dengan pemerintah untuk memajukan industri peternakan,” ujar Audy.
Dalam sesi pematerian, Jarot Indarto, SP, MT, MSc, Ph.D selaku perwakilan dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) memaparkan bahwa untuk menyambut Indonesia Emas 2045, Indonesia membutuhkan ketahanan pangan. Dimana Industri peternakan sangat berperan penting dalam hal ini.
“Daging, susu dan telur, memiliki nilai ekonomi yang tinggi, untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan,” jelasnya.
Selanjutnya, Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc. selaku Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) menyampaikan bahwa pemerintah saat ini sedang menyusun rencana kedepan untuk merealisasikan program kerja pemerintahan baru yaitu program makan siang dan susu gratis.
“Untuk komoditas ayam broiler, Indonesia sudah surplus. Dengan adanya program makan siang gratis, kebutuhan daging ayam dalam negeri akan meningkat sehingga kita harus mempersiapkan diri untuk memproduksi lebih banyak lagi”.
Masih dalam kesempatan yang sama, Suryo Pratomo selaku Duta Besar RI untuk Singapura memaparkan bahwa Singapura sangat bergantung pada impor pangan, sehingga kesempatan untuk Indonesia mengekspor produk peternakan itu sangat terbuka lebar.
“Singapura lebih peduli terhadap kualitas pangan dibandingkan dengan harganya. Diharapkan kolaborasi yang strategis antara pemerintah dan pengusaha serta seluruh stakeholder yang ada, Indonesia dapat menjalin hubungan ekspor yang berkelanjutan dengan Singapura,” tegas Suryo.
Sementara itu, Ir. Agus Wahyudi selaku Direktur Pusat Kajian Perunggasan PB ISPI menyampaikan bahwa saat ini 63 persen sumber protein di Indonesia berasal dari komoditas ayam broiler. Kenaikan penduduk di Indonesia mengalami kenaikan, kebutuhan akan protein pun semakin meningkat. Sektor peternakan unggas memiliki peluang besar untuk meningkatkan perekonomian. Sehingga sudah menjadi tugas kita bersama untuk membangun industri peternakan Indonesia.