POULTRYINDONESIA, Surabaya – Pameran Indolivestock menjadi ajang penting bagi Dinas Peternakan Jawa Timur (Disnak Jatim) untuk terus mengampanyekan pentingnya konsumsi protein hewani. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan Disnak Jatim dalam pameran Indolivestock setiap tahun, baik yang diselenggarakan di Jakarta maupun Surabaya. Tahun ini, pameran berlangsung pada 2–4 Juli 2025 di Grand City Convex, Surabaya.
Pada hari pertama pameran, sejumlah pejabat dari pusat dan daerah menyempatkan diri berkunjung ke stan Disnak Jatim. Kegiatan diwarnai dengan kampanye gizi melalui aksi makan telur bersama, serta penyerahan simbolis goodie bag gizi yang berisi dua butir telur ayam, daging ayam, dan susu.
Kepala Disnak Jatim, Indyah Aryani, menjelaskan bahwa pihaknya telah aktif melakukan kampanye gizi dalam berbagai kesempatan, termasuk dengan membagikan ribuan paket serupa kepada anak-anak.
“Kami sudah membagikan 1.000 paket gizi kepada anak-anak. Bahkan dalam setiap rapat dinas, saya instruksikan agar menu wajib mengandung telur dan susu, kadang telur ayam, kadang telur bebek,” ujar Indyah.
Dukungan terhadap kampanye gizi dan peningkatan konsumsi protein hewani juga datang dari pemerintah pusat. Karsan, Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Peternakan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki produksi ayam dan telur yang melimpah.
“Jawa Timur itu surplus daging dan telur ayam. Tapi kalau surplus ini tidak dikelola, bisa jadi masalah. Maka, harus dimulai dari kita sendiri. Kalau kita tidak peduli, siapa lagi?” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa meskipun ada upaya ekspor, jumlahnya masih terbatas.
Hal senada disampaikan oleh Nasrullah, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional. Menurutnya, potensi dan produksi peternakan di Jawa Timur sudah terbukti dan menjadi rujukan daerah lain.
“Jawa Timur tetap kami andalkan sebagai sentra lumbung pangan protein hewani nasional,” tegas Nasrullah.