POULTRYINDONESIA, Jakarta – Jelang Ramadan hingga Idulfitri, pemerintah berencana untuk terus melakukan pemantauan intensif bersama pemda dan pelaku usaha demi menjaga kelancaran distribusi, stabilitas harga, serta keterjangkauan pangan protein hewani bagi masyarakat.
Inspeksi dadakan dilakukan oleh Ditjen PKH di salah satu pasar di Jakarta Timur, yaitu Pasar Kender SS pada Jumat pagi (13/2). Dari 27 pedagang ayam yang disidak di pasar yang mulai aktif sejak dini hari tersebut, sekitar pukul 02.00 – 10.00 WIB, harga daging ayam terpantau masih berada di bawah HAP Rp40.000 per kilogram.
Salah satu pedagang, Mini, menyampaikan bahwa karkas ayam yang diberi harga 50 ribu per ekor dengan bobot sekitar 1,3 kilogram, atau setara 38 ribu per kilogram, bisa terjual sekitar 40 ekor per hari.
“Saya harap harga ayam bisa stabil, biar sama-sama menguntungkan,” ujar Mini.
Sementara penjual di lapak lain, Siti dan Tri, menetapkan harga jual di antara 35-36 ribu rupiah per kilogramnya, dengan jumlah yang terjual rata-rata 150-200 ekor per hari.
Dirjen PKH, Agung Suganda, mengatakan bahwa hasil sidak tersebut menunjukkan kondisi harga relatif stabil dan pasokan tersedia.
“Jumat pagi tim kami melihat langsung transaksi di pasar. Harga yang terbentuk masih di bawah HAP dan pasokan dari RPHU berjalan lancar,” ujar Agung melalui rilis Kementan.
Agenda ini merupakan lanjutan dari arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh produk yang aman, sehat, utuh, dan halal dengan harga yang terjangkau. Tak hanya itu, para pedagang juga harus tetap mendapatkan margin yang wajar.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia