POULTRYINDONESIA, Jakarta — Pameran Indonesia Agriculture Technology Expo (IndogriTech) dan Nusantara Livestock and Poultry Expo (NLP) 2025 resmi diluncurkan pada Kamis (8/5/2025) di The Westin Jakarta. Acara ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan yang berperan penting dalam membentuk masa depan sektor pertanian dan peternakan Indonesia.
Direktur Debindo Global Expo, Rafidi Iqra Muhammad, selaku penyelenggara pameran, menegaskan bahwa ajang ini akan menjadi momentum penting untuk mendorong transformasi menuju sektor agribisnis yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Dengan dukungan para stakeholder pertanian dan peternakan, IndogriTech dan NLP hadir untuk ikut mendorong akselerasi program prioritas pemerintah dalam mewujudkan swasembada berkelanjutan. Karena sektor ini merupakan tulang punggung penyedia sumber daya pangan nasional,” ujar Rafidi.
Ia menambahkan, pameran yang mengusung tema “Shaping a Resilient Food Estate for Indonesia” ini dirancang sebagai platform unggulan untuk memamerkan solusi terkini, memperkuat kolaborasi, dan mendorong percepatan transformasi menuju pertanian dan peternakan yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan.
“Event ini juga sekaligus menjawab tantangan global di sektor pertanian dan peternakan, seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, serta kebutuhan produktivitas yang terus meningkat. Melalui pameran ini, kami akan mempertemukan para inovator, pelaku industri, akademisi, dan pemerintah untuk bersama-sama menciptakan sektor agribisnis yang tangguh dan berdaya saing internasional,” ungkapnya.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Agung Suganda, menyampaikan apresiasinya kepada PT Debindo Global Expo atas komitmennya dalam mempromosikan sektor peternakan di tingkat global.
“Ajang ini lebih dari sekadar pameran teknologi. Ini momentum strategis yang mempertemukan pelaku industri dari hulu ke hilir untuk membangun kolaborasi menuju pertanian modern. Dengan kerja sama semua pihak, mari kita perkuat ketahanan pangan, tingkatkan produksi, dan jadikan Indonesia pemain utama dalam rantai pasok pangan dunia,” tegas Agung.
Hal senada disampaikan I Gusti Ketut Astawa, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Ia mengapresiasi pelaksanaan Nusantara Livestock & Poultry Expo 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
“Saya berharap insan perunggasan yang berkumpul di sini bisa berkolaborasi mencari solusi untuk tantangan dalam ekosistem perunggasan nasional. Salah satu tantangan itu adalah bagaimana menjaga harga di tingkat peternak agar lebih stabil ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, Desianto B. Utomo, Ketua Umum Asosiasi Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), menyambut baik kehadiran NLP Expo dan IndogriTech sebagai wadah kolaborasi.
“Kami bangga menjadi bagian dari pameran ini. Semoga ajang ini menjadi tempat penting untuk bertukar wawasan, membangun relasi baru, serta mempromosikan industri yang semakin berdaya saing,” tuturnya.
Ketua Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI), Don P. Utoyo, juga mengungkapkan harapannya terhadap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan industri perunggasan yang kian berat.
“Industri perunggasan saat ini tengah menghadapi fluktuasi harga dan persaingan ketat. Kami berharap melalui kolaborasi yang lebih erat, kita bisa mengatasinya bersama. Salah satunya lewat ajang pameran seperti ini,” tandas Don.
Peluncuran ini juga dihadiri berbagai perwakilan dari perusahaan, instansi pemerintah, asosiasi, dan akademisi, seperti Bapanas, FMPI, GOPAN, Pinsar Indonesia, GPPU, ISPI, Gapensiska, Alsintani, serta perwakilan dari IPB University.
Pameran NLP Expo dan IndogriTech 2025 dijadwalkan berlangsung di Hall 10 ICE BSD City pada 6-9 November 2025. Event ini akan menghadirkan lebih dari 100 perusahaan nasional dan multinasional, serta diperkirakan akan menarik lebih dari 30.000 pengunjung.