POULTRYINDONESIA, Jakarta – Pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang berlangsung pada 1 Desember 2025, KADIN Indonesia dan Kementerian Koperasi resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Protein. Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Peternakan KADIN Indonesia, Cecep Muhammad Wahyudin , dan Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Farichan .
Satgas Protein ini diposisikan sebagai pendamping utama Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh Indonesia dalam pengembangan ekosistem penyediaan protein, khususnya untuk mendukung program MBG. Melalui PKS ini, Satgas Protein dirancang sebagai enabler dan penggerak di lapangan yang menjembatani kebutuhan KDMP dengan dunia usaha, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lain. Tujuannya adalah agar ekosistem protein nasional dapat tumbuh lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berpihak kepada pelaku usaha lokal di desa.
“Satgas Protein dibentuk bukan sekadar sebagai forum koordinasi, tetapi sebagai pendamping nyata di lapangan. Mulai dari pendampingan penyusunan model bisnis, akses pembiayaan, hingga dukungan saat KDMP menjalankan usaha. Kami ingin memastikan bahwa program pemerintah, termasuk turut serta dalam penyusunan anggaran yang diinisiasi dan dirancang kementrian Pertanian Indonesia untuk membangun industri peternakan ayam dengan alokasi pembiayaan hingga Rp20 triliun dan membentuk ekosistem closed loop system yang melibatkan KDMP sebagai bagian dari rantai bisnisnya, diharapkan dengan hadirnya satgas protein ini program lintas kementrian dapat berjalan dan anggaran benar-benar terserap serta berdampak pada penguatan ekosistem protein nasional,” ujar Cecep Muhammad Wahyudin, Wakil Ketua Umum Bidang Peternakan KADIN Indonesia .
Ia menyampaikan bahwa fokus utamanya adalah memastikan rantai penyediaan protein, dari desa hingga ke meja makan keluarga Indonesia, sehingga dapat berjalan lebih efisien, adil, dan menguntungkan seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa Satgas Protein akan bekerja bersama KDMP, bukan menggantikan perannya, sehingga kedaulatan usaha milik masyarakat tetap menjadi pusat dari inisiatif tersebut.
Satgas Protein dirancang memiliki tiga fungsi utama :
1. Pendampingan Bisnis, membantu KDMP membangun dan mengembangkan model bisnis budidaya dan usaha di sektor protein (seperti unggas, sapi, ikan, dan produk turunannya) sesuai potensi daerah.
2. Pendampingan Akses Finansial, memfasilitasi KDMP dalam mengakses sumber pembiayaan, baik dari program pemerintah, BUMN, lembaga keuangan, maupun skema pembiayaan lain yang relevan.
3. Pendampingan Operasional dan Penguatan Usaha, mendampingi KDMP saat usaha berjalan, termasuk peningkatan kapasitas manajemen, tata kelola usaha, serta perluasan jaringan pasar.
Dalam konteks program pemerintah yang menyiapkan pembiayaan hingga sekitar Rp20 triliun untuk penguatan ekosistem budi daya di sektor protein, Satgas Protein akan berperan sebagai mitra strategis KDMP yang menjadi eksekutor di lapangan. Satgas akan membantu memastikan bahwa perencanaan usaha, kesiapan kelembagaan, dan kualitas pendampingan di tingkat koperasi selaras dengan arah kebijakan pemerintah dan kebutuhan industri protein nasional, termasuk ekosistem yang akan dibangun Kementerian Pertanian melalui skema pembiayaan Danantara .
“Pemerintah membutuhkan mitra yang kuat di lapangan agar ekosistem usaha rakyat benar-benar siap menyerap pembiayaan yang besar. Melalui kolaborasi dengan KADIN, Satgas Protein diharapkan mampu menghubungkan KDMP dengan jaringan pelaku usaha, teknologi, dan pasar, sehingga program Rp20 triliun ini tidak hanya terserap, tetapi juga menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Farida Farichan, Wakil Menteri Koperasi RI.
Satgas Protein juga akan secara aktif melibatkan :
● Pengurus dan anggota KADIN di daerah sebagai mitra pendamping dan pembuka akses pasar
● Pelaku usaha anggota KADIN sebagai offtaker, investor, maupun mitra teknologi
● KDMP sebagai pelaksana utama usaha budidaya dan pengolahan produk protein di tingkat akar rumput.
Dengan jaringan KADIN Indonesia yang tersebar di seluruh provinsi dan kabupaten/kota, Satgas Protein diharapkan mampu menjangkau lebih banyak KDMP, mempercepat pembentukan klaster-klaster usaha protein, serta memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir.