POULTRYINDONESIA, Yogyakarta – Koperasi Produsen Usaha Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) menegaskan komitmennya mendukung Program Strategis Nasional pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan berbasis koperasi dan peternakan rakyat. Komitmen tersebut mengemuka dalam rangkaian Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Produsen Usaha LPER Tahun Buku 2025, pada Jumat (6/2/2026) di Yogyakarta.
Rangkaian RAT tahun ini tidak hanya menjadi forum pertanggungjawaban organisasi, tetapi juga dirangkai dengan peluncuran Koperasi Digital LPER, audiensi kelembagaan, serta pengukuhan pengurus wilayah. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya LPER memperkuat tata kelola organisasi sekaligus beradaptasi dengan kebutuhan industri perunggasan yang semakin dinamis.
Staf Khusus Kementerian Koperasi dan UKM RI, Prof. Ambar Pertiwiningrum, menilai Koperasi LPER memiliki peran strategis dalam menopang ekosistem ketahanan pangan nasional, khususnya pada sektor protein hewani. Menurutnya, pemerintah saat ini mendapat mandat membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di seluruh Indonesia sebagai bagian dari Program Strategis Nasional.
“Koperasi Produsen Usaha LPER yang telah memiliki basis anggota peternak ayam pedaging dan petelur dapat berperan sebagai kakak asuh. LPER akan memback up operasional peternak yang nantinya tergabung dalam KDMP di tingkat desa,” ujar Prof. Ambar.
Ia menjelaskan, KDMP akan menjalankan fungsi sebagai holding usaha, offtaker hasil produksi, sekaligus supplier. Dalam pelaksanaannya, KDMP akan bermitra dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di masing-masing wilayah guna memastikan ketersediaan pasokan daging dan telur ayam untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Prof. Ambar juga menyoroti tantangan besar dalam implementasi MBG, terutama pada aspek distribusi dan penanganan produk segar. Untuk itu, pemerintah mendorong pembangunan sarana pendukung seperti gudang penyimpanan, cold storage, hingga Rumah Potong Ayam (RPA).
“Tidak mungkin ayam hidup disimpan di koperasi. Karena itu, RPA akan dibangun sebagai hub di tingkat kecamatan atau kabupaten, dan operasionalnya dapat ditangani oleh Koperasi Produsen Usaha LPER,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, Kementerian Koperasi mengajak komunitas peternak yang tergabung dalam koperasi untuk memastikan ketersediaan daging dan telur ayam tetap aman, baik bagi masyarakat umum maupun untuk kebutuhan Program MBG. Sinergi antara LPER dan KDMP diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan, sehingga inflasi produk protein hewani dapat dikendalikan.
Sementara itu, Ketua Umum Koperasi Produsen Usaha LPER, Mulyadi Atma, mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap penguatan koperasi dan peternak rakyat. Ia menyebutkan, perwakilan dari empat kementerian turut hadir dalam RAT tersebut, bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir, Pusat Investasi Pemerintah, serta jajaran Jamkrida yang siap menopang pembiayaan koperasi dan peternak.
“Saat ini anggota kami sekitar 4.600 orang yang tersebar di 17 provinsi. Kami membangun ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari produksi, penjaminan, hingga pembiayaan. Peran pemerintah sangat penting agar harga telur dan daging ayam tetap stabil,” kata Mulyadi.
Ia menambahkan, dukungan modal kerja dari PIP Kementerian Keuangan, LPDB Koperasi, serta lembaga penjamin akan memperkuat kapasitas peternak rakyat dalam menopang program nasional, sekaligus menekan potensi gejolak harga, terutama menjelang Ramadhan.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia