Kolaborasi antara CPI dan UNS melahirkan Teaching Farm Closed House
POULTRYINDONESIA, Karanganyar – Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, efisiensi produksi menjadi hal mutlak bagi industri perunggasan saat ini. Untuk mewujudkannya, diperlukan penggunaan teknologi serta dukungan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.
Dalam upaya mendukung perguruan tinggi dalam menyiapkan SDM, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) memberikan hibah fasilitas kandang closed house untuk Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Kandang closed house yang difungsikan sebagai teaching farm ini merupakan salah satu bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau disebut dengan Corporate Social Responsibility (CSR).
Lebih lanjut, hibah CPI di UNS ini merupakan yang ke 11 yang telah diberikan kepada berbagai perguruan tinggi di indonesia dan turut mendukung program pemerintah dalam membangun sinergi antara dunia industri dengan perguruan tinggi yang sejalan dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Teaching farm tersebut juga digunakan sebagai sarana penelitian, pengembangan praktik budi daya ayam, dan media aplikasi ilmu pengetahuan serta sebagai gambaran miniatur dunia usaha bagi mahasiswa.
Baca Juga : Wamendag, Sinergi dan Kolaborasi Diperlukan dalam Usaha Perunggasan 
Dekan Fakultas Pertanian UNS, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPM, ASEAN Eng mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada CPI untuk dukungan yang telah diberikan.
“Semoga kandang closed house ini betul-betul dapat bermanfaat terhadap peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, baik melalui praktikum, riset, magang, MBKM, maupun proses pembelajaran lainnya, dan mudah-mudahan kami terus dapat mengembangkannya kedepan,” jelas Samanhudi dalam sambutannya pada acara peresmian teaching farm closed house yang berlokasi di Jatikuwung, Karanganyar, Rabu (06/10).
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Karanganyar Drs. H. Juliyatmono, M.M. menyampaikan apresiasi setingi-tinggi nya atas kerjasama luar biasa yang telah dilakukan oleh CPI dan Fakultas Pertanian UNS di daerah Jatikuwung, Karanganyar. Dirinya menambahkan bahwa Karanganyar menjadi daerah dengan peternak ayam terbesar di Jawa Tengah.
“Saya berharap adanya teknologi yang modern ini juga bisa menjadi media pembelajaran peternak ayam di Karanganyar. Juga semoga di tempat ini bisa melahirkan calon-calon pengusaha yang handal, tentu dibidang pertanian dan peternakan. Kedepan tampaknya berbagai analisis menunjukkan bahwa pertanian, peternakan dan kesehatan akan mendominasi recovery pasca pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.
Turut hadir pada seremonial ini, Dr. (HC) Thomas Effendy, SE., MBA, Presiden Direktur PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. Menurut Thomas, hibah ini merupakan salah satu wujud terima kasih dari CPI kepada perguruan tinggi yang telah menghasilkan sarjana-sarjana yang berkontribusi pada kemajuan CPI.
“CPI bisa maju karena adanya sarjana-sarjana itu, yang berkontribusi dan bersama berjuang sehingga kita bisa maju. Namun, setelah kita pelajari, masih terdapat cukup banyak kelemahan yang harus diperbaiki. Untuk itu kita terus berupaya untuk mendukung perguruan tinggi di Indonesia dalam rangka membangun SDM yang unggul terutama dalam sektor perunggasan,”. tegasnya.
Thomas juga berharap dengan adanya teaching farm closed house ini tidak hanya dijadikan sebagai fasilitas belajar mengajar, namun juga bisa terjadinya transfer penelitian, pengetahuan, dan teknologi yang dibutuhkan oleh industri perunggasan.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus menyampaikan bahwa kerjasama ini sangat bermafaat bagi perguruan tinggi dan sangat membantu dalam pelaksanaan MBKM.
Teaching farm ini dapat digunakan untuk kewirausahaan, magang, riset serta study independent untuk mahasiswa yang mampunyai inovasi yang baik. Mudah-mudahan adanya teaching farm ini dapat meningkatkan kompetensi sarjana peternakan yang siap bekerja,” tutup Yunus.