POULTRYINDONESIA, Sragen – Sebagai upaya menstabilkan harga ayam hidup atau livebird (LB) yang saat ini masih berada di bawah Harga Pokok Produksi (HPP), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) kembali melakukan penyerapan ayam pedaging dari peternak mandiri. Kali ini, penyerapan dilakukan pada ayam peternak mandiri di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Area Head Marketing Livebird Jawa Tengah CPI, Acky Soeksmono, mengatakan bahwa CPI telah melakukan penyerapan LB peternak mandiri sejak Kamis, 24 April 2025, di beberapa wilayah, termasuk Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. “CPI melakukan penyerapan LB peternak mandiri dengan harga pembelian Rp 17.000/ kg di farm,” katanya saat melakukan pembelian di wilayah Sragen, pada Senin (28/04/2025).
Acky menjelaskan, khusus di Jawa Tengah, penyerapan pada hari Senin tersebut mencapai 2.556 ekor atau sekitar 6.400 kilogram. Adapun total penyerapan yang sudah dilakukan CPI hingga Minggu, 27 April 2025, mencapai 6.214 ekor atau sekitar 13.442 kilogram yang tersebar di tiga wilayah, yakni Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Langkah CPI ini disambut baik oleh peternak mandiri. Mewakili peternak mandiri, Wakil Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR), Parjuni, menyatakan rasa syukur atas bantuan dari CPI. Tak lupa, Parjuni juga turut menyampaikan terima kasih kepada CPI yang sudah membantu peternak rakyat untuk penyerapan LB nya.
“Saya mewakili teman-teman peternak mandiri mengucapkan terima kasih kepada CPI. Dengan penyerapan ini, peternak bisa sedikit bisa bernafas lega di tengah kondisi harga yang ekstrem. Dimana memang saat ini harga ayam tidak menggembirakan. Jadi sudah satu bulan ini kondisinya jauh dari HPP. Peternak mengalami kerugian yang sangat luar biasa, satu ekor bisa mencapai Rp10.000. Jadi dengan penyerapan ini, walaupun harganya belum di atas HPP, paling tidak bisa mengurangi kerugian para peternak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Parjuni berharap intervensi seperti ini bisa mendorong kestabilan harga pasar. Dimana dalam berbagai kesempatan rapat sebelumnya, pemerintah juga mendorong agar harga Rp17.000 bisa terjadi di lapangan. Diharapkan, dengan bantuan perusahaan-perusahaan, stok yang ada bisa berkurang. “Semoga langkah ini membawa barokah untuk semuanya. Harapannya, peternak bisa hidup, perusahaan hidup, serta kondisi pasar kembali membaik dan stabil,” pungkas Parjuni.